Jonru's posts with tag: cowok_jendela

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag cowok_jendela
Blog EntryCowok di Seberang Jendela - sebuah pengantarMay 16, '05 10:32 PM
for everyone
Note: Sinopsis buku ini bisa dibaca di sini.

Menerbitkan buku adalah keinginan saya sejak tahun 1990-an, tapi belum pernah tercapai. Terlebih, sejak 1996 saya benar-benar vakum dari dunia penulisan fiksi.

Di awal 2004, saya mulai aktif di Forum Lingkar Pena (FLP). Interaksi dengan rekan-rekan penulis di lembaga ini membuat semangat saya kembali muncul. Saya mencoba membongkar arsip karya saya, baik yang tersimpan di lemari dalam bentuk printout maupun yang berupa file di komputer. Saya benar-benar takjub ketika menyadari bahwa begitu banyak naskah cerpen saya yang berpeluang untuk diterbitkan menjadi buku. Jadi, kenapa tidak dicoba?

Maka proses pun saya mulai; mengumpulkan naskah, menyeleksi, merevisi bagian-bagian yang sudah tidak aktual dan tidak Islami (karena saya ingin menghasilkan karya-karya fiksi yang Islami), lalu saya tawarkan ke penerbit. Alhamdulillah, kabar baik datang dari Lingkar Pena Publishing. Singkat cerita, akhirnya saya dapat mewujudkan keinginan yang dulu belum tercapai.

Dari sepuluh cerita pendek (cerpen) yang terangkum pada antologi ini, sebagian di antaranya merupakan karya saya yang pernah dimuat di dua majalah remaja yang kini sudah almarhum. Cowok di Seberang Jendela, Kiat Istimewa, dan Momen Maaf, dimuat di Anita Cemerlang. Sementara Namaku Pratiwi dan Nuansa Baru dimuat di Ceria Remaja.

Cerpen-cerpen lainnya, yakni Cerita Tentang Kamu, Bu Direktris, dan Sepenggal Harapan, adalah karya-karya lama yang belum pernah dimuat di media manapun, dan kini saya revisi ulang. Sedangkan Menjemput Impian dan Andika Sahabatku merupakan dua karya terbaru saya.

Ada catatan kecil sehubungan dengan dua cerpen pada antologi ini. Pertama, Momen Maaf – yang oleh Anita Cemerlang diubah judulnya menjadi Rani dan Permintaannya – mengalami masalah dalam pemuatannya. Kalimat-kalimat asli yang berbunyi “Ketika SMP, aku pernah hidup sebagai gadis penunggu perempatan lampu merah di malam hari dan sering jalan dengan pria hidung belang. Kalian tahu kan, apa yang aku maksud?" diubah secara sepihak menjadi “Ketika SMP, aku pernah diperkosa….” Editing yang serampangan ini menyebabkan isi cerita menjadi berantakan. Saya sudah protes pada redaksi Anita Cemerlang, tapi tidak ada tanggapan. Kini saya mencoba mempublikasikan kembali cerpen ini dengan mempertahankan bagian asli yang diedit tersebut.

Kedua, Anda mungkin heran karena ada kemiripan cerita antara Nuansa Baru dan Menjemput Impian. Memang, kedua cerpen ini saya tulis berdasarkan ide yang sama, yakni kisah nyata dua orang teman SMA saya yang sangat akrab seperti layaknya orang pacaran. Suatu ketika hubungan mereka jadi renggang karena tiba-tiba teman yang perempuan berubah jadi muslimah berjilbab. Bagi saya, ini merupakan peristiwa yang sangat unik, karena terjadi di tahun 1990, ketika jumlah wanita berjilbab di Indonesia masih dapat dihitung dengan jari (waktu itu mereka sering diledek dengan istilah “ninja”). Nuansa Baru saya tulis pada tahun 1994, sementara Menjemput Impian selesai saya garap pada akhir bulan Juli 2004, sepuluh tahun kemudian.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih untuk semua pihak, khususnya keluarga saya dan rekan-rekan di Lingkar Pena Publishing yang telah memberikan dukungan moril yang amat berharga. Semoga cerita-cerita pada antologi ini dapat memberikan hikmah yang bermanfaat bagi pembaca.

Judul Buku: Cowok di Seberang Jendela
Penulis: Jonru
Penerbit: Lingkar Pena Publishing House, Mei 2005


Blog EntryCowok di Seberang JendelaApr 21, '05 2:13 AM
for everyone
Insya Allah awal bulan Mei 2005 nanti akan terbit buku kumpulan cerpen (kumcer) saya, berjudul Cowok di Seberang Jendela. Penerbitnya: Lingkar Pena Publishing House (LPPH). Yuk, kita intip isinya.

Ada 10 cerpen yang terangkum pada kumcer ini, yaitu:

1. Andika Sahabatku
Ijinkanlah aku bercerita tentang Andika, sahabatku yang baik hati namun aneh. Aku mengenalnya persis di hari pertama kuliah, ketika aku sedang bangga-bangganya menjadi mahasiswa baru.
(Cerpen ini adalah cuplikan dari Cinta Tak Terlerai, novel saya yang sudah terbit pada bulan Maret 2005).

2. Bu Direktris
Maka demikianlah. Kantor kami seketika berubah jadi pasar gosip. Nama Bu Devi hampir tiap detik disebut-sebut sebagai pusat dari gosip itu. Dugaan demi dugaan pun merebak. Ada yang bertanya-tanya, kenapa Bu Devi belum juga menikah. Padahal ia kaya dan cantik. Ada pula yang mencoba memberikan berbagai argumen mengenai kebiasaannya gonta-ganti pasangan.

3. Cerita Tentang Kamu
Ucapan Mbang barusan benar-benar membuat Novi jengkel berat. Gimana enggak. Dengan santainya Mbang bilang gini ke dia, “Sebagai cerpenis, kamu perlu mengalami berbagai masalah. Sebab dari masalah-masalah itu biasanya muncul ide-ide yang tak terduga.”

4. Cowok di Seberang Jendela
Tapi seketika ada pemandangan yang membuat gerakan tangannya terhenti. Dibukanya kembali jendela itu lebar-lebar. Sekitar sepuluh meter agak di depan, terdapat sebuah rumah yang cukup besar, dan berada pada ketinggian sebuah jalan menanjak. Walau tidak bertingkat, sebuah jendela di sisi rumah itu letaknya nyaris sejajar dengan jendela kamar Gita. Dan seraut wajah bermata teduh hadir di sisi jendela itu.
Gita terpana melihat ketampanan wajah itu.

5. Kiat Istimewa
Kamu barusan putus cinta dan ingin tahu gimana cara melupakan mantan pacar kamu? Baca deh, cerpen yang keren ini.

6. Menjemput Impian
Kini, Bang telah menginjakkan kaki di Yogya. Ia turun dari gerbong kereta dengan harapan dan berjuta impian yang tersimpan di kepalanya. Disusurinya jalan dari stasiun ke arah Malioboro. Sambil menapaki trotorar, Bang membayangkan pertemuan yang amat romantis dengan Yun. Begitu ketemu, ia akan memeluk gadis itu, menggenggam tangannya, dan memberikan setangkai bunga mawar yang telah ia persiapkan. Ia akan mengajak Yun makan malam di warung lesehan Malioboro. Ditemani alunan gitar pengamen jalanan, ia akan menatap wajah Yun, lalu berkata, "Yun, aku mencintai kamu sejak dulu hingga sekarang. Kamu mau kan, kita melanjutkan hubungan yang sempat terputus?"

7. Momen Maaf
Dalam seminggu ini, seluruh penghuni kos dibuat bingung oleh ulah Rani. Gadis cantik yang baik hati itu mendatangi mereka satu persatu, dan bertanya dengan gaya seorang wartawan kawakan.
“Gimana cara minta maaf yang baik?"

8. Namaku Pratiwi
Bila suatu hari kamu datang ke sekolahku, jangan bertanya tentang diriku. Akan percuma saja, sebab tak banyak yang kenal denganku. Aku bukan sesosok makhluk yang istimewa. Namaku Pratiwi. Sebagai seorang gadis, aku tidak bisa dikatakan cantik, apalagi manis. Kulitku hitam, hidungku pesek, mataku bulat besar seperti bola kasti, telingaku lebar, dan rambutku terurai hingga pundak, sama sekali tidak menarik.

9. Nuansa Baru
Dugaan Riki ternyata keliru. Keesokan harinya di sekolah, Vita sama sekali tidak menunjukkan tampang orang lagi emosi. Ketika berpapasan dengan Riki di koridor, cewek yang biasanya centil itu cuma tersenyum tipis dan menyapa Riki dengan “Hai.”
Riki jadi linglung. Kok bisa-bisanya Vita bertingkah di luar kebiasaan gitu? Padahal kemarin, jelas sekali dia dan Novia berjalan di depan Vita. Riki masih ingat, Vita memalingkan wajah ketika ia dan Novia lewat.

10. Sepenggal Kenangan
Kalau kamu bertemu mantan pacar kamu, padahal kamu sudah dilamar pria lain, apa yang akan terjadi?


Premium Account

Kursus GRATIS "Pintar Menulis dalam 9 Minggu"
baruBerminat? Daftarkan diri Anda dengan cara mengisi formulir di bawah ini.
100 % GRATIS!
Nama:
Email:
Kota:
Negara:
Telepon:
Pekerjaan:
Powered by Sekolah-Menulis Online


Karya Jonru
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help