Jonru's posts with tag: cinta_tak_terlerai

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag cinta_tak_terlerai
Blog EntrySebulan laku 750 eksemplarJul 4, '05 1:32 AM
for everyone
Saya baru saja menerima surat laporan hasil penjualan dari Mizan, mengenai novel saya, Cinta Tak Terlerai. Dalam laporan tersebut disebutkan, untuk periode Januari - Maret 2005, novel ini sudah laku sebanyak (sekitar) 750 eksemplar).

Terus terang saya sangat kaget dan bahagia. Novel ini baru terbit pada awal Maret 2005. Jadi, laporan tersebut sebenarnya bukan laporan hasil penjualan sejak Januari 2005, tapi HANYA selama bulan Maret 2005.

Alhamdulillah...
Hanya sebulan setelah terbit, novel ini sudah cukup laku. Saya belum menerima laporan untuk bulan-bulan selanjutnya. Tapi saya mendoakan, semoga tetap laris, banyak yang beli. Kalau bisa sih, pengen dicetak ulang. Soalnya banyak bagian yang hendak saya revisi.

Buat teman-teman yang belum beli, buruan dong, uber di toko buku terdekat, hehehe... :)

Data Buku
Judul; CInta Tak Terlerai
Genre: Novel remaja
Penerbit: DAR! Mizan
Jumlah halaman: 242
Kertas: HVS
Harga: Rp 26.000


Blog EntryCinta Tak Terlerai - Sinopsis CeritaMar 29, '05 1:55 AM
for everyone
Judul novel: Cinta Tak Terlerai
Penerbit: DAR! Mizan, Maret 2005
Harga jual: Rp 26.000
Jumlah halaman: 244
Ukuran: 11,5 X 17 cm

Seseorang yang berkuasa atas harta dan tahta, belum tentu mendapatkan kasih sayang dan kebahagiaan yang dirindukanya. Begitu pun perasaan Andika, seorang anak konglomerat.

Sepanjang hidup, Andika selalu mencari kebahagiaan dari para kekasihnya. Namun, tak seorang pun yang bertahan lama. Andika merasa jenuh dan tak menemukan kebahagiaan yang dicarinya.

Suatu hari - di masa OPSPEK - ia dan sahabatnya, Rudi, berbisnis pemotretan di kampus. Tanpa sengaja, ia melihat foto Reywina. Foto itu pun dicurinya, dan... ia kembali jatuh cinta!

Ternyata, cinta Andika tak bertepuk sebelah tangan. Reywina bersedia menjadi kekasihnya. Saat cinta menggelora, Reywina mengetahui siapa sesungguhnya Andika. Andika kalut. Ia menculik dan menyekap Reywina!

Apa yang terjadi kemudian?

Novel pertama Jonru ini disampaikan dengan gaya bertutur "aku"an, menghadirkan empat tokoh utama: Andika, Reywina, Rudi dan Pramita. Pada setiap bab, masing-masing tokoh tampil sebagai "aku" secara bergantian. Uniknya, di tengah cerita terselip sebuah "cerita tambahan" (disebut "jeda cerita") yang cukup singkat, tak ada hubungannya dengan cerita novel ini, tapi cukup asyik untuk dinikmati. Terdapat pula puisi-puisi cinta dari tiga penulis: Gerimis Biru, Lian Kagura, dan Feli Alfalah.

Gaya bahasa pada novel ini juga lancar dan mudah dicerna. Coba simak kutipan berikut ini:

Sejak saat itu, aku tak bisa lagi mencegah keakraban Andika dengan Reywina. Aku mencoba ikhlas, sebab mustahil bagi seseorang untuk memenjarakan jiwa orang lain. Kamu bisa memiliki fisik seseorang, membayarnya untuk melakukan apa saja yang kamu mau, atau menjadikan tubuhnya budak nafsumu. Tapi kamu tak akan pernah memiliki jiwa siapapun, walau dia adalah anak kandungmu sendiri.
(Pramita - halaman 134)
==============================

Laki-laki ini persis Jaka Tarub yang mencuri selendang seorang bidadari. Ia kini duduk di depanku dengan senyum yang amat sumringah. Barang curiannya itu diperlihatkannya padaku; selembar foto berukuran 4R.

“Saya langsung jatuh cinta begitu melihat wajah di dalam foto itu,” ujarnya. “Apa saya salah?”

Aku tertawa geli, foto itu kutatap lekat-lekat. Di situ ada wajah seorang gadis cantik yang tersenyum tipis. Senyum yang amat memikat, menyertai tatapan mata yang amat polos. Gadis itu mengenakan kemeja putih, rambut dikepang dua dan diberi pita warna kuning di ujungnya. Di bagian bawah foto terdapat tulisan yang cukup jelas: “OPSPEK Universitas Diponegoro, Semarang, Agustus 2003”. (Prolog, halaman 1)


Blog EntryCinta Tak Terlerai - Halaman PersembahanMar 27, '05 9:54 PM
for everyone
Catatan: Dapatkan Novel Cinta Tak Terlerai di Islamic Book Fair, Istora Senayan, Jakarta (26 Maret - 3 April 2005), di Stand penerbit Mizan. Harga normal: Rp 26.000. Harga diskon: Rp 20.600.

Sebetulnya, pada naskah asli Cinta Tak Terlerai ini, saya mencantumkan HALAMAN PERSEMBAHAN. Tapi mungkin karena keterbatasan halaman atau alasan-alasan lain, bagian ini tidak termuat di dalamnya. Ya, tidak apa-apa deh.

Karena itu, saya mencoba memuat halaman persembahan tersebut di sini.

=====================================

Mohon maaf untuk Mas Seno Gumira Ajidarma atas pemakaian ide "juru cerita" pada novel ini.

Buku ini kupersembahkan untuk kedua orang tuaku di Binjai, istriku tercinta, anakku yang Insya Allah telah lahir ketika buku ini terbit; ini adalah persembahan cintaku untukmu.

Ucapan terima kasih khusus saya tujukan untuk teman-teman yang menjadi "obyek" ide cerita novel ini:
Roby Suhanta, Setyo Nuryanto, Yunus "Nusantara Optikal", Subhan Afifi, dan Augi (makasih untuk cerita tentang Korea).

Tak lupa buat teman-teman FLP tanpa kecuali, I love you all.

Teman-teman di Pers Mahasiswa MANUNGGAL, maaf karena nama korannya saya catut.


Jakarta, 3 November 2004

Jonru


Blog EntryCinta Tak TerleraiFeb 22, '05 1:46 AM
for everyone




Rentang waktu antara pertengahan tahun 1996 hingga awal 2004 adalah
masa-masa vakum saya di dunia penulisan fiksi. Dalam kurun waktu itu,
sebenarnya ada sejumlah karya yang saya tulis; novel, cerpen, bahkan
skenario sinetron. Tapi semua hanya berakhir di file komputer.

Novel
"Cinta Tak Terlerai" ini adalah salah satunya. Saya menulisnya sejak
tahun.... hm... tahun berapa ya? Saya lupa! Yang jelas, ide ceritanya
cukup sederhana: Kejadian unik ketika saya dan sahabat saya Setyo
Nuryanto iseng-iseng memotret para mahasiswa baru yang sedang OPSPEK,
lalu besoknya foto-foto itu kami jual. Karena kurang pengalaman dalam
berbisnis, kami mengalami kerugian. Istilah awamnya, gak balik modal.

Selain
rugi, ada tragedi kecil lainnya. Sebuah foto hilang entah ke mana!
Pemiliknya bernama Roby Suhanta, yang belakangan menjadi salah seorang
sahabat akrab saya. Kami pernah satu kos bareng di Slipi, Jakarta
Barat, dan dia menjadi juru potret ketika saya wisuda.

Kejadian ini menimbulkan sebuah inspirasi bagi saya. Dan jadilah novel "Cinta Tak Terlerai" ini.

Karena
novel adalah kisah fiksi, maka "tragedi foto yang hilang" itu harus
saya ubah total. Bagaimana pun, sebuah kejadian atau pengalaman
hanyalah menjadi bahan dasar yang masih amat kasar di dalam penggarapan
sebuah novel. Maka jangan heran, sosok Roby yang laki-laki saya ubah
menjadi Reywina yang perempuan. Dan masih banyak lagi unsur imajinasi
yang sama sekali bukan kisah nyata.

Namun ada pula kisah nyata
yang benar-benar pernah terjadi. Adegan ketika kacamata Rudi dipecahkan
oleh Andika adalah berdasarkan kisah nyata saya bernama seorang teman
bernama Yunus. Untungnya, dan amat kebetulan, teman saya si Yunus ini
memiliki toko kacamata bernama Nusantara Optical di Semarang, sehingga
dia dapat mengganti kacamata saya dengan mudah.

Adegan ketika
Rudi kebingungan mencari kaset nasyid pun, adalah penggalan kisah nyata
dari sahabat saya, Subhan. Lantas, saya tak bisa melupakan jasa Augi,
sahabat sekaligus saudara saya yang sekarang tinggal di Korea. Dari
beliaulah saya mendapatkan banyak informasi mengenai Korea, yang saya
torehkan di dalam novel ini, melalui tokoh Romi.

Jika ditanya,
berapa lama saya menyelesaikan novel ini, terus terang saya tak akan
bisa menjawabnya. Saya menulisnya pertama kali sejak bertahun-tahun
lalu, kemudian saya biarkan menganggur. Dan ketika saya bergabung di
Forum Lingkar Pena (FLP), semangat menulis saya bangkit lagi. Novel ini
pun saya lanjutkan penggarapannya sejak Agustus 2004, dan selesai
sekitar seminggu sebelum Idul Fitri tahun tersebut.

Yang membuat saya terharu, Insya Allah novel ini nantinya akan terbit ketika anak pertama saya telah lahir ke dunia. Amiin....






Premium Account

Kursus GRATIS "Pintar Menulis dalam 9 Minggu"
baruBerminat? Daftarkan diri Anda dengan cara mengisi formulir di bawah ini.
100 % GRATIS!
Nama:
Email:
Kota:
Negara:
Telepon:
Pekerjaan:
Powered by Sekolah-Menulis Online


Karya Jonru
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help