Kalau tulisan kita ditanggapi/dikomentari oleh orang lain, itu sih
biasa. Tapi kalau tulisan kita menjadi jalan bagi hadirnya seorang
sahabat baru, itu baru luar biasa. Setidaknya, ini menurut pengalaman
saya pribadi.
Sekitar setahun lalu, saya memposting sebuah email di sejumlah milis
penulisan. isinya tentang suka duka saya ketika baru mulai merintis
karir di bidang penulisan. Saya berkisah ketika
saya belum punya mesih tik. Saya menulis naskah dengan tulisan tangan,
lalu saya bawa ke biro jasa pengetikan (waktu itu belum ada komputer).
Tak disangka, cerita ini memancing perhatian seorang teman di milis BCN. Namanya Aveus Har.
Dia mengirimi saya email, mengajak kenalan. Lalu ketika dia datang ke
Jakarta, kami bertemu. Maka kami pun bersahabat sejak saat itu.
Aveus
Har adalah seorang penulis berbakat dari Pekalongan. Bukunya yang sudah
terbit (kalau tidak salah) ada dua. Selain itu, cerpennya dimuat di
sejulah antologi. Salah satu judul cerpennya, "The Story of Jomblo", dijadikan judul buku antologi terbitan Lingkar Pena Publishing House, yang kemudian menjadi best seller.
Lantas, beberapa hari lalu, setelah memposting tulisan saya berjudul Menulis cerpen berdasarkan kisah nyata, seorang teman kembali menyapa, lagi-lagi di milis BCN. Dia bernama Amelia Naim Indrajaya. Sebuah bukunya (Bila Nurani Bicara) bergaya chicken soup for the soul
telah diterbitkan (Hikmah, Mizan Group). Karena tertarik dengan tulisan
itu, dia menyapa saya dan mengajak tukaran buku. Tadi pagi, buku
kirimannya telah tiba di meja kerja saya. Saya surprise! Ternyata buku ini bagus banget, karena direkomendasikan oleh sejumlah orang ternama, seperti Taufiq Ismail (ia menulis kata pengantar di buku ini), Neno Warisman, Ratih Sanggarwati, dan Helvy Tiana Rosa. Wah... hebat!
Saya senang, dan benar-benar tak menyangka. Ternyata tulisan pun bisa
membawa kita kepada pengalaman-pengalaman baru yang amat berkesan.
Seperti datangnya dua sahabat baru saya tersebut.
Maka, inilah salah satu alasan kenapa hingga saat ini saya belum mau berhenti jadi penulis.
Yup benar, Mas. sayapun banyak dapat teman karena tulisan2 saya, Alhamdulillah, terutama lewat multiply ini dan penulislepas.com. oh ya mas beberapa waktu lalu aku perbarui profilku di penulis lepas, kok belum direvisi ya, aku kirim via email loh
saya cuma ngambil kan? yan gbayar tetep penulisnya kan? he he he kiding pak, moga2 aja bener suatu hari nanti, bisa saling tukeran buku *sekarang mah blum PD* oya, saya pernah bilang ke pak Jonru, kalau saya lebih mudah nulis fiksi daripada nonfiksi, tapi...ternyata sekarang saya malah sulit nulis dua2nya pfffhh...:((
saya selama di MP ini juga banyak sekali mendapat sahabat dalam beberapa bulan banyak yg minta add contact di MP saya dan alhamdulillah sahabat saya sekarang ada 115 terima kasih bang jonru sudah berbagi
oya, saya pernah bilang ke pak Jonru, kalau saya lebih mudah nulis fiksi daripada nonfiksi, tapi...ternyata sekarang saya malah sulit nulis dua2nya pfffhh...:((
yang penting rajin terus latihan kok, mbak. Saya juga sering merasakan seperti itu. Ketika dipaksakan, alhamdulillah berhasil juga. Jadi jangan menyerah ya. Moga sukses dan tetap semangat :)
Saya sudah beberapa lama di Multiply karena dipromosikan oleh anak angkat saya, tapi saking gagap teknologi belum betul-betul memanfaatkannya. Boleh dong yang lebih berpengalaman sharing, apa aja sih featuresnya? Duh... sori, pertanyaan emak-emak yang malas belajar sendiri. He..he. Jonru... thank's for sharing. Siapa tau temen-temen baru bisa jadi bintang tokoh tulisan saya berikutnya... Ditunggu comment selanjutnya.
Kalau tulisan kita ditanggapi/dikomentari oleh orang lain, itu sih biasa. Tapi kalau tulisan kita menjadi jalan bagi hadirnya seorang sahabat baru, itu baru luar biasa. Setidaknya, ini menurut pengalaman saya pribadi
hihihi, waktu awal2 masuk MP, saya seneeeeeeng banget ketika ada yang datang ke 'rumah', apalagi trus meninggalkan reply. jadi untuk kalimat pertama diatas, kita berbeda mas Jonru.. hehehe. kalau kalimat kedua..... wow bagi saya lebih luar biasa lagi!!! dan saya tahu sebabnya, karena saya baru belajar nulis, sedang mas Jonru... ehm...ehm ghoniyyun 'anitta'rif, terjemahan kasarnya ya "siapa yang ngga' kenal mas jonru"
Comment deleted at the request of the thread owner.
Mohon maaf buat mbak afiyah... komentarnya saya hapus, karena di situ ada kode HTML yang keliru sehingga tampilan halaman ini jadi berantakan. Sekali lagi maaf ya... :)
aya sudah beberapa lama di Multiply karena dipromosikan oleh anak angkat saya, tapi saking gagap teknologi belum betul-betul memanfaatkannya. Boleh dong yang lebih berpengalaman sharing, apa aja sih featuresnya? Duh... sori, pertanyaan emak-emak yang malas belajar sendiri. He..he. Jonru... thank's for sharing. Siapa tau temen-temen baru bisa jadi bintang tokoh tulisan saya berikutnya... Ditunggu comment selanjutnya.
Nah, ini dia orangnya... Mbak Amelia yang saya ceritakan pada tulisan di atas, hehehe.. Ternyata punya account di MP juga ya, mbak. Thanks atas komentarnya ya....
hihihi, waktu awal2 masuk MP, saya seneeeeeeng banget ketika ada yang datang ke 'rumah', apalagi trus meninggalkan reply. jadi untuk kalimat pertama diatas, kita berbeda mas Jonru.. hehehe. kalau kalimat kedua..... wow bagi saya lebih luar biasa lagi!!! dan saya tahu sebabnya, karena saya baru belajar nulis, sedang mas Jonru... ehm...ehm ghoniyyun 'anitta'rif, terjemahan kasarnya ya "siapa yang ngga' kenal mas jonru"
hehehe.. mbak afiyah bisa aja. kita sama-sama masih belajar kok :)
Mohon maaf buat mbak afiyah... komentarnya saya hapus, karena di situ ada kode HTML yang keliru sehingga tampilan halaman ini jadi berantakan. Sekali lagi maaf ya... :)
Aduh, saya malah trimakasih sekali, soalnya kemaren saya juga bingung gimana ngebenerinnya (dasar pemula :)). Critanya, mau nyoba nggak kopi paste, ternyata malah salah. Padahal saya udah pernah diwanti-wanti, kode html kalo salah, akan susah ngebenerinnya (dasar bandel:)). Sekali lagi trimakasih !!!
Padahal saya udah pernah diwanti-wanti, kode html kalo salah, akan susah ngebenerinnya (dasar bandel:)). Sekali lagi trimakasih !!!
hm.. iya dulu saya juga pernah mengalami masalah seperti ini. Cara mengatasinya: saya coba meng-copy URL "delete comment" dari tempat lain, lalu nomor jurnal dan nomor postingnya saya ubah. Lalu di-paste ke address bar. Alhamdulillah, ternyata berhasil :)
hm.. iya dulu saya juga pernah mengalami masalah seperti ini. Cara mengatasinya: saya coba meng-copy URL "delete comment" dari tempat lain, lalu nomor jurnal dan nomor postingnya saya ubah. Lalu di-paste ke address bar
Alhamdulillah, ternyata saya ngga' sendiri... hehehe. Aduh ngga' faham tuh Mas, cara prakteknya masak harus salah dulu, lha wong kemaren aja ngga' tahu dimana letak salahnya. Tapi saya sudah menemukan cara mengatasinya ko', yaitu PM ke tuan rumah, minta delete reply saya... hehehe
Saya sudah beberapa lama di Multiply karena dipromosikan oleh anak angkat saya, tapi saking gagap teknologi belum betul-betul memanfaatkannya. Boleh dong yang lebih berpengalaman sharing, apa aja sih featuresnya? Duh... sori, pertanyaan emak-emak yang malas belajar sendiri. He..he. Jonru... thank's for sharing. Siapa tau temen-temen baru bisa jadi bintang tokoh tulisan saya berikutnya... Ditunggu comment selanjutnya
wah... untuk memperkaya situs saya aja... perlu berbulan-bulan juga. learning by doing gitu. tapi sekarang ada kepuasan, kita punya situs sendiri, bisa sharing pikiran kita, foto kita. lirik aja deh di laurakhalida.multiply.com asyik kalo udah gape mbak, jadi addicted to multiply loh he he he. boleh tuh saya jadi bintang tokoh tulisan mbak, he he he... salam kenal ya....
Saya senang, dan benar-benar tak menyangka. Ternyata tulisan pun bisa membawa kita kepada pengalaman-pengalaman baru yang amat berkesan. Seperti datangnya dua sahabat baru saya tersebut.
Bang Jonru, mbok kalau berteman jangan pada yang udah punya buku aja dong. Ingat gak sekitar tanggal 26 Juni (di arena Jakarta Book Fair) saya sengaja salami kan, nah lo saya baru mendarat dari Taiwan hee hee waktu itu langsung ikut acr FLP atas undangannya di MP. Saya datang dan Alhamdulillah saya berjumpa Jonru, Bayu, Arul, Azi dan Iman (kenalan saya saat kuliah di FIK-UI). Jadikan penulis pemula banget jadi teman oke hee hee. Cuma bercanda hee hee...
Bang Jonru, mbok kalau berteman jangan pada yang udah punya buku aja dong. Ingat gak sekitar tanggal 26 Juni (di arena Jakarta Book Fair) saya sengaja salami kan, nah lo saya baru mendarat dari Taiwan hee hee waktu itu langsung ikut acr FLP atas undangannya di MP. Saya datang dan Alhamdulillah saya berjumpa Jonru, Bayu, Arul, Azi dan Iman (kenalan saya saat kuliah di FIK-UI). Jadikan penulis pemula banget jadi teman oke hee hee. Cuma bercanda hee hee...
wah.. mas asiandi ahmad, apa kabar? sebagian besar sahabat saya justru bukan penulis. hehehehe... yang saya ceritakan di sini cuma kebetulan mengenai penulis.
hehehe.. saya kok serius amat ya? kan katanya cuma bercanda... :)
btw.. maaf jika dalam pertemuan kita di senayan tempo hari, saya gak sempat ngajak ngobrol lama-lama. Moga lain kali kita bisa ketemu lagi ya... :)
salam, baca tulisan mas jonru nggak ada matinya, terkesan dan kagum tapi saya bingung kok susah banget rasanya untuk bisa ngikutin jejak mas jonru, mmm kapan ya?