Blog EntryMenulis cerpen berdasarkan kisah nyataSep 9, '05 3:23 AM
for everyone
Emangnya sinetron Islam aja yang dibikin berdasarkan kisah nyata. Cerpen juga bisa kok. Dan sebenarnya, ini bukan "barang baru". Sebab, nyaris semua pengarang pernah menulis cerpen berdasarkan kisah nyata, baik itu pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain atau kejadian tertentu yang dilihat oleh si pengarang.

Lantas, kenapa harus dibahas di topik ini? Apa istimewanya?

Saya merasa perlu membahasnya, karena baru-baru ini saya membaca dua cerpen dari dua orang teman yang diangkat dari sebuah kisah nyata. Setelah saya baca, terus terang saya kecewa. Sebab cerpen tersebut sama persis dengan cerita aslinya. Isi cerita, alur cerita, semuanya sama. Yang berbeda hanya nama-nama tokoh dan settingnya. Selain itu, cerpennya pun disampaikan dengan gaya yang biasa-biasa saja.

Sebenarnya, dalam mengangkat sebuah kisah nyata ke dalam cerpen, bagaimana teknis menulis yang baik?

Secara umum, tekniknya sama saja dengan teknik penulisan lainnya. Tapi menurut saya, yang perlu diingat adalah: kisah nyata tersebut hanyalah sebuah IDE. Sebagai ide, kita bebas mengembangkannya. Mau kita ubah ceritanya, ditambahi, dikurangi, dan seterusnya, semua terserah kita. Tak ada yang melarang. Toh kisah nyata itu bukan sebuah sejarah, hanya peristiwa sehari-hari yang biasa.

Memang, bukan berarti kita tidak boleh membuat cerpen yang isinya sama persis dengan kisah nyatanya. Ya boleh-boleh saja, dong. Yang saya maksud pada topik ini adalah: Kita jangan sampai berpikir bahwa cerpen yang kita tulis tidak boleh merubah sedikit pun kisah nyatanya. Sebab sekali lagi, kisah nyata tersebut bukan sebuah sejarah.

Sekadar berbagi tips, berikut adalah contoh langkah-langkah yang bisa kita lakukan dalam mengubah sebuah kisah nyata menjadi cerpen.

1. Carilah bagian dari kisah nyata itu yang kita anggap menarik. Bagian yang kurang menarik, atau tidak menarik sama sekali, lupakan saja.

2. Galilah bagian yang menarik tersebut, lalu kembangkan ceritanya sesuai keinginan kita.

3. Kalau perlu, carilah sudut pandang yang unik, agar ceritanya menjadi lebih bagus.

Setelah itu, kita bisa langsung menulis cerpennya. Saat menulis ini, kita sudah boleh membuang jauh-jauh si kisah nyata tersebut. Lupakan saja. Toh kita sudah punya modal berupa ke-3 poin di atas.

Yang juga penting, jangan merasa "terbebani" oleh hal-hal yang melekat pada kisah nyata tersebut, sebab kita bisa mengubah semuanya sesuka kita. Sebagai contoh, si pelaku pada kisah nyata adalah seorang pria. Ketika diubah jadi cerpen, jenis kelaminnya kita ubah jadi wanita. Atau, kisah nyata ini terjadi di Jakarta, tapi pada cerpennya diubah menjadi New York. Dan seterusnya. Ini semua boleh-boleh saja. Asalkan cerita yang kita buat tetap logis (masuk akal) dan menarik.

Ok, semoga bermanfaat ya.

17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
emprit wrote on Sep 12, '05
kalo gitu caranya, kisah nyatanya jadi hilang dong mas Jonru. ohya, kisah nyata saya pernah dijadikan cerpen oleh seorang temen saya, pas dia merubah (maksudnya mau mengembangkan mungkin) berbagai hal dalam kisah itu, eh saya sebagai si empunya kisah nyata itu ko' jadi gimanaaa gitu mbacanya. agak aneh...
jonru wrote on Sep 12, '05
emprit said
kalo gitu caranya, kisah nyatanya jadi hilang dong mas Jonru. ohya, kisah nyata saya pernah dijadikan cerpen oleh seorang temen saya, pas dia merubah (maksudnya mau mengembangkan mungkin) berbagai hal dalam kisah itu, eh saya sebagai si empunya kisah nyata itu ko' jadi gimanaaa gitu mbacanya. agak aneh...
Seperti yang saya sebutkan di atas, kisah nyata itu hanya sebagai IDE. Dan sepanjang kisah nyata itu bukan sebuah sejarah (yang tidak boleh diutak-atik seenaknya), maka pengarang bebas saja merubah sekehendak dia. Soal kisah nyatanya jadi hilang, itu saya kira tidak masalah. Kalau tidak mau hilang, jangan jadikan cerpen, tapi buku harian, atau biografi, hehehe...

Soal kisah nyata mbak afiyah yang dicerpenkan, saya kira juga amat wajar jika mbak merasa aneh setelah membacanya. Berarti si penulis berhasil meramu kisah nyata tersebut menjadi sebuah cerpen yang berbeda. Tapi kalo misalnya mbak ingin agar bagian-bagian tertentu tetap dipertahankan, boleh juga diberitahu pada penulisnya, agar dia jangan sembarangan mengutak-atik.

Maaf kalau tidak berkenan ya... :)
emprit wrote on Sep 13, '05
jonru said
Kalau tidak mau hilang, jangan jadikan cerpen, tapi buku harian, atau biografi, hehehe...
iya, betul juga antum. hehehe
ohya, berarti kalau ada film atau novel yang dikasih embel2 'based on true story' itu idenya aja dong (aduh, padahal selama ini saya kira sampei detail2nya juga true story, ketipuuuuuuuuuu:-))
Tapi kalo misalnya mbak ingin agar bagian-bagian tertentu tetap dipertahankan, boleh juga diberitahu pada penulisnya, agar dia jangan sembarangan mengutak-atik
apakah ini berarti juga bahwa kita harus izin dari empunya kisah jika mau menjadikan kisah nyatanya sebagai cerita, meski hanya menjadi ide saja? siapa tahu setelah membaca nanti dia merasa aneh kayak saya .. hehehe.
jonru wrote on Sep 13, '05
emprit said
apakah ini berarti juga bahwa kita harus izin dari empunya kisah jika mau menjadikan kisah nyatanya sebagai cerita, meski hanya menjadi ide saja? siapa tahu setelah membaca nanti dia merasa aneh kayak saya .. hehehe.
kalo ini sih, menurut saya relatif banget mbak. Sepanjang cerpennya itu enggak menyebabkan si pemilik kisah jadi terbuka aibnya, tercoreng nama baiknya, dst, saya kira enggak perlu minta ijin deh. Apalagi kalau di cerpennya tidak disebutkan bahwa cerita ini diangkat dari kisah nyata, lantas semua nama tokoh, lokasi, dst sudah diubah... tentu orang lain (termasuk si pemilik kisah nyata) mungkin tidak tahu lagi bahwa cerpen tersebut diangkat dari kisah nyata tertentu.

Tapi khusus untuk kisah nyata yang kejadiannya sudah menjadi milik publik (misalnya kasus tertukarnya bayi yang terjadi beberapa tahun lalu, atau kasus seorang anak bernama arie hanggara yang disiksa orang tuanya hingga mati, atau cerita sayekti dan hanafi), saya kira perlu deh untuk minta ijin ke si pemilik kisah. Kalau enggak, nanti kita dikira menjiplak, karena kisah nyata tersebut telah diketahui oleh hampir semua orang.
emprit wrote on Sep 13, '05
oooh gitu ya?! *sambil manggut-manggut* wah trimakasih banyak nih mas Jonru, jazaakumulloh khoiron.
reincarbonated wrote on Sep 14, '05
mungkin seharusnya bukan ditulis "berdasarkan sebuah kisah nyata". cukup ditulis "diilhami oleh sebuah kisah nyata".. inspired from a true story. gitu aja kali ya :)
jonru wrote on Sep 14, '05
mungkin seharusnya bukan ditulis "berdasarkan sebuah kisah nyata". cukup ditulis "diilhami oleh sebuah kisah nyata".. inspired from a true story. gitu aja kali ya :)
wah.. bener juga
thanks mas arya atas masukannya :)
emprit wrote on Sep 15, '05
kalo yg di film2 dan ada embel2 'based on true story' bukan 'inspired', gimana tuh? malah ada yang langsung 'true story' aja. (soalnya, saya tuh mendalami banget kalo lihat film atao baca cerita, hehehe. apalagi kalo ada embel2 true story, uuh bisa ngga' kedip nontonya)
sondang27 wrote on Jul 26, '06
Kebanyakan cerpen yang saya tulis adalah berdasarkan kisah nyata (pengalaman saya sendiri) dan memang ada bagian-bagian tertentu yang saya tambahi supaya jalan cerita bisa nyambung. Dan ada juga cerpen yang saya buat berdasarkan cerita yang dikisahkan oleh teman saya mengenai temannya.Ketika saya mengarang berdasarkan cerita tersebut saya mereka-reka bagaimana awal cerpen kira-kira. Intinya adalah bahwa memang ada bagian tertentu dalam cerita yang kita caplok dari kisah nyata.
Tapi anehnya sekarang saya sepertinya kehilangan ide dan semangat sama sekali dalam menulis cerpen setelah hampir semua pengalaman saya yang saya anggap menarik telah saya cerpenkan. Hampir satu setengah tahun berhenti sampai sekarang. Dulu saya punya target dalam menulis yakni harus selesai tiga cerpen dalam seminggu dan waktu menulis saya adalah setiap sabtu dan Minggu. Sekarang satu cerpen pun tidak ada ...
Apakah bang Jonru pernah mengalami apa yang pernah saya alami? Bagaimana kira-kira cara mengatasinya?
rahabi wrote on Jun 11, '07
Bisa dilihat http://idecerita.blogspot.com

Saya mencoba menerjemahkan 37 dramatic situations dari callihoo writing idea generator, yang nota bene bahasa inggrisnya amit-amit susah dimengerti... bisa membantu buat nyari ide cerita yang dramatik.
fiaastutie wrote on Jun 27, '07
ide cerita dari kisah nyata so pasti lebih mudah karena ibarat wong deso tinggal di poles dikit aja bisa jadi wong kota yang cakepnya luar biasa, intinya tinggal mempercantik bahasanya doang, mmm tapi saya punya banyak kisah nyata yg terbilang unik, tapi saya sendiri jugamasih sulit untuk menuangkannya dalam suatu cerita.
genkeis wrote on Oct 28, '07
Terima kasih bayak :)

Tips yang sangat bermanfaat (buat saya) :)
delaputri wrote on Nov 22, '07
Pengen bgt nulis, tapi kok masih....gimanaaa gitu....(intinya belum berani berkata-kata)
ayahara1 wrote on Jan 15
trims
novianty wrote on Jun 10
Mas Jonru, salam kenal.
Saya Novi, menetap di Sapporo-Jepang.
Saya tertarik banget dengan tema uraian ini. Sangat membuka mata saya tentang beda cerita fiksi dan non-fiksi.
malwapati wrote on Jun 28
terima kasih banyak!!
srycyorinena wrote on Aug 29
saya terkadang sulit mengembangkan kata-kata dan menyambung paragraf demi paragraf
bagaimana agar bisa lebih dalam berkreasi dalam jurnalistik
Add a Comment
   

Premium Account

Pendaftaran Sekolah-Menulis Online, Kini Bisa Setiap Hari, 24 Jam Nonstop. Langsung Belajar Setelah Mendaftar. Klik DI SINI >>


Kursus GRATIS "Pintar Menulis dalam 9 Minggu"
baruBerminat? Daftarkan diri Anda dengan cara mengisi formulir di bawah ini.
100 % GRATIS!
Nama
Panggilan:
Email:
Kota:
Negara:
Telepon:
Pekerjaan:
Powered by Sekolah-Menulis Online


Karya Jonru

Pemenang Pemilu 2009
Sekolah Online

Jonru
Konsultasi Penulisan
GRATIS bersama Jonru >>
free web stats
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help