Begitu mendengar kabar Blackberry akan diblokir oleh pemerintah, saya tiba2 kepikiran untuk memposting artikel ini.
Ya, artikel di bawah ini sebenarnya pernah saya posting di Facebook tanggal 17 Februari 2010 lalu, ketika saya masih punya BB, dan belum terjual.
Berikut saya posting ulang (sebab yang di facebook tidak bisa dibaca oleh semua orang), sebagai kenang-kenangan saja)
Jonru
Blackberry, I don't Need You Anymore!
Tapi setelah sekitar 2 minggu lebih pakai BB, saya mulai merasa bahwa benda yang satu ini SANGAT TIDAK COCOK denga saya!
Alasan Pertama:
Ketika saya masih pakai kartu XL (secara BB tersebut memang sudah di-bundling by XL), tiba-tiba saja banyak pulsa saya yang terpotong secara misterius. Ketika saya tanya ke customer care XL, mereka berkata bahwa pulsa tersebut habis karena saya menggunakan internet tarif normal.
Oke, alasan ini bisa saya maklumi. Tapi kemudian, masalah lain pun muncul. Tiba-tiba saja saya mendapat info bahwa saya sudah langganan ini langganan itu dst. Padahal saya tak pernah mendaftar. Lalu kejadian "hilangnya pulsa secara misterius" pun terus berlanjut. Akibatnya, saya jadi TRAUMA untuk isi ulang pulsa!
Maka, saya pun punya ide untuk meng-unlock BB tersebut, agar bisa dipakai dengan kartu dari provider lain.
Singkat cerita, tanggal 12 Februari 2010 lalu saya berhasil meng-unlock BB tersebut. Alhamdulillah. Kini saya bisa pakai kartu AS di dalamnya.
Tapi masalah baru pun muncul. Seorang saudara saya berkata, "Agar BB kamu itu bisa beriternet dengan akses BB dari Telkomsel, harus release PIN dulu."
WHAT? APA LAGI INI???
Saya pun cari info di internet mengenai "release PIN" ini, dan ternyata urusannya cukup ribet (terutama bagi saya yang masih sangat gaptek soal Blackberry).
Karena tak mau pusing-pusing, saya pun memutuskan untuk tidak menggunakan internet di BB tersebut. Cukup dipakai buat keperluan yang standar-standar saja. Nelpon, SMS, memotret, dan sebagainya.
Masalah sepertinya sudah berakhir.
Tapi tadi malam (16 Februari 2010), masalah baru pun muncul. Ketika istri saya hendak menelepon pakai BB tersebut, dia mendapat pesan otomatis, "Maaf pulsa tidak mencukupi..."
Saya tentu saja kaget, karena baru satu hari saya isi pulsa Rp 25.000, dan setelah itu BB Hanya dipakai untuk SMS dan nelpon ke sesama Telkomsel selama lebih kurang 1 menit.
Intinya, pulsa saya raib entah ke mana sebanyak sekitar Rp 20.000
Terus terang, kali ini saya tak berani "menyalahkan Telkomsel", seperti ketika dulu saya "menyalahkan XL". Soalnya kejadiannya kok persis sama: Pulsa raib secara misterius.
Kalau begini kejadiannya, saya percaya bahwa yang salah bukan provider. Yang salah adalah saya sendiri yang belum terlalu paham bagaimana cara kerja dan aturan-aturan di Blackberry!
Lagipula setelah menggunakan BB selama dua minggu lebih, saya menyimpulkan bahwa:
1. Blackberrry cocok bagi mereka yang punya anggaran yang memadai untuk berinternet secara mobile. Sementara saya, sampai saat ini belum terlalu membutuhkan akses internet mobile. Perlunya hanya sesekali saja. Itu pun biasanya tak pernah urgent :)
2. Blackberrry - khususnya Gemini 8520 yang saya miliki - tidak cocok untuk aplikasi office. Sebab aplikasi Office To Go yang ada di dalamnya justru tidak gratis! Padahal, yang selama ini saya rindukan adalah handphone yang di dalamnya terdapat aplikasi office gratis!
3. Intinya, Blackberry lebih cocok bagi mereka yang menggunakan handphone untuk bersenang-senang, sementara saya sejak dulu orangnya sangat FUNGSIONAL. Saya selalu ingin agar semua benda yang saya miliki itu bersifat fungsional, ada fungsi dan manfaatnya yang jelas.
Dari ketiga poin di atas, saya merasa bahwa ternyata saat ini saya belum terlalu butuh Blackberrry.
Walau BB yang saya miliki ini diperoleh secara gratis, tapi saya terus terang merasa cukup direpotkan olehnya.
Apalagi saya melihat di pasaran, banyak HP yang fitur2nya lebih sesuai kebutuhan saya, tapi harganya jauh di bawah harga BB Gemini 8520.
Jadi, saya kini berencana untuk menjual saja BB tersebut!
Baru dipakai 2 minggu
Jadi masih kelengkapannya masih utuh, belum ada yang hilang
Sudah unlock, tapi belum release PIN
Nah, ada yang mau beli?
Jonru
NB: Yang saya beri italics di atas tak berlaku lagi. Sebab beberapa hari setelah memposting artikel di atas, BB-nya sudah laku terjual. Dan sejak saat itu, saya tak pernah stress lagi gara2 BB. Hehehe...
Alhamdulillah :)