Malam pertama setelah Bapa (demikian kami anak-anaknya biasa memanggil beliau) berpulang, di dalam tidur saya melihat beliau mengendarai sebuah mobil sedan warna biru tua yang catnya sudah kusam. Di tengah jalan, mobil itu belok kiri agar bisa mengambil jalan memutar. Setelah berhasil, mobil itu belok lagi ke arah kanan, masuk ke sebuah rumah yang sedang dibangun, sehingga terlihat menghilang.

Di seberang jalan, saya sedang ada kesibukan sehingga mobil itu sempat luput dari pandangan saya. Begitu menoleh, saya kaget ketika melihat Bapa sedang berdiri di samping sebuah motor sport warna merah jambu. Dia tertawa senang dan berkata, "Mobilnya sudah kutukar dengan motor ini."

Saya mendekat, dan tiba-tiba di depan motor itu saya melihat sebuah mobil pick up yang ditutup dengan sebuah tenda biru. Tiba-tiba tenda itu terbuka, dan terlihatlah seluruh anggota keluarga saya yang tertawa-tawa dan berteriak, "Surprise!!!" Ternyata mereka hendak "memberi sebuah kejutan" buat saya dan Bapa.

Lalu kami melangkah lagi ke depan. Di sana, tiba-tiba saya melihat sebuah benda yang mirip kereta karnaval. Ia sangat tinggi. Di atasnya terdapat sebuah kursi besar yang mirip kursi singgasana. Ayah berkata bahwa kereta ini adalah hadiah dari salah seorang abang ipar saya (tapi dalam kehidupan nyata, "abang ipar" yang dimaksud ini sebenarnya sama sekali tak ada orangnya.) Saya sangat senang dan berkata pada Bapa, "Aku duduk di sini, ya."

Bapa mengangguk. Tapi ketika saya hendak naik, terasa sangat sulit.

Lalu Bapa mengambil seutas tali yang melekat di badan kereta itu, lalu dia berikan pada saya.

Saya pun menerima tali itu, lalu saya tarik seperti orang yang sedang menaikkan Merah Putih pada upacara bendera. Tiba-tiba sebuah layar yang sangat lebar pun terbentang di sisi kiri kereta itu, persis layar perahu di laut.

Saya sangat bersuka-cita, merasa bangga. Sama seperti seorang anak kecil yang memamerkan mobil baru ayahnya kepada teman-teman sepermainannya.

Setelah itu, saya terjaga dari tidur. Saya melirik jam dinding, ternyata sudah masuk waktu shubuh.

Saya tertegun, lalu tersenyum bahagia. Banyak orang yang berkata bahwa mimpi hanyalah bunga tidur. Tapi saya merasa bahwa mimpi ini merupakan pertanda, bahwa Bapa memiliki kendaraan yang sangat indah di alam barzah sana, untuk menemani hari-harinya yang sangat panjang dan sendirian.

Saya percaya, Bapa kini sangat bahagia. Ketika siang harinya saya ziarah ke kuburnya, dalam bayangan saya, tiba-tiba saya merasakan bahwa Bapa menatap saya dari atas awan. Dia tersenyum bahagia. Kami berpelukan. Lalu saya berkata, "Bapa, selamat jalan. Semoga nanti kita bisa bertemu lagi di surga."


NB: 

(1) Beberapa tahun lalu, saya pernah membuat sebuah artikel dengan judul "Pertemuan yang Amat Kurindukan". Rasanya kok cocok sekali dengan harapan saya pada alinea terakhir di atas. Teman-teman bisa membacanya di sini

(2). Sekadar info (bagi teman-teman yang belum tahu), ayahanda saya telah wafat tanggal 4 November lalu, jam 5. pagi di Binjai Sumatera Utara. Sekarang saya masih di rumah duka, menyempatkan diri online karena belum ada kesibukan lagi.

Mohon doanya, teman2 semua. Insya Allah mulai minggu depan saya aktif lagi bekerja.

23 CommentsChronological   Reverse   Threaded
kopiradix wrote on Nov 5
Kisah yang mengharukan pak, semoga beliau bahagia di alam sana dan pak Jonru dan keluarga diberi ketabahan dan kesabaran ......... amin
dayathi76 wrote on Nov 5
Kisah tabur mimpi menembus alam fisik dunia..Hmm, saya juga pernah merasakan hal yang sama..Indah, menyenangkan dan membahagiakan hati setelah terbangun dari mimpi...
Semoga itu semua bukan sekedar bunga mimpi, tapi hal yang benar terjadi di alam ghaib atau rumah masa depan kita kelak..

Semoga tetap sabar dan tabah serta penuh husnuzzhon..Amiin
omhanif wrote on Nov 5
semoga bapa di terima disisNya
diberikan tempat yg layak
dan yg ditinggalkan diberi ketabahan
fitrahanugrah wrote on Nov 5
Turut berduka cita bang.
Inna Lillahi Wa inna ilaihi roji'un..
hidupuntukberkarya wrote on Nov 5
innalillahi wainna ilaihi rajiuun.....
maaf Pak Jonru, saya tidak tahu kalau Bapa sudah kembali kepada Nya...
semoga mimpi nya menjadi nyata
amin....
muslima10 wrote on Nov 5
semoga semua dipermudahkan oleh Allah, baik beliau dan keluarga... amiin...
hayat wrote on Nov 5
innalillahi wainna ilaihi rajiuun... Allahummagfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu.... semoga beliau diampuni segala dosa2nya dan diterima segala amal ibadahnya serta ditempatkan di tempat yang begitu indah...amin
bundaicha wrote on Nov 5
turut berduka cita ya Pak, semoga beliau tenang di sisi-NYA amin
hadynur wrote on Nov 5
Innalillahi wainna ilahi raijuun...terut berduka bang...semoga diberi ketabahan
cintasempurna wrote on Nov 5
Innalillahi wainnailaihi raji'un...Turut berbelasungkawa Bang. Semoga almarhum mendapatkan keindahan abadi di sisi-Nya. Amin
celotehandessy wrote on Nov 5
moga Bapa bang Jonru mendapatkan tempat terbaik di sisiNYA...amin
wiwieksulistyowati wrote on Nov 6
Innalillahi, turut berduka cita bang jonru, semoga ayahnya mendapat tempat terbaik di sana
udoyamin wrote on Nov 6
salam. innaa lillaah wa innaa ilaihi rajiun, semoga bapak bang jonru mendapatkan derajat tinggi di sisi-Nya. tetap samangat wahai guruku. wassalam
ime558 wrote on Nov 6
Inna Lillaahi wa Inna Ilaihi Raji'un... turut berduka cita ya bang jonru
Insya Allah semoga bapak bang jonru mendapatkan tempat terbaik disisi Nya. Amin.
chekam wrote on Nov 6
Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un,....;semoga Allah menerima semua amal ibadahnya
raulmoorish wrote on Nov 6
jonru said
Saya tertegun, lalu tersenyum bahagia. Banyak orang yang berkata bahwa mimpi hanyalah bunga tidur. Tapi saya merasa bahwa mimpi ini merupakan pertanda, bahwa Bapa memiliki kendaraan yang sangat indah di alam barzah sana, untuk menemani hari-harinya yang sangat panjang dan sendirian.
dan amal ibadahnya turut menemani.., semoga bang..
Inna lillahi wa innailaihi raji'uun..
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fu'anhu
sidiqmaulanamuda wrote on Nov 6
semoga beliau beristirahat dengan tenang di sisi-Nya, amiin
www5 wrote on Nov 6
Turut berduka mas, semoga beliau diampuni dosa2nya dan diberi kelapangan di alam sana, amiin
dboycan05 wrote on Nov 8
Allah akn mmberikan t4 trindah untk hamba2 yg d kasihiNYA,smoga bapa pak jonru slh 1 d antaranya,yg sbar ya pak..
aningtyas wrote on Nov 9
inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun. semoga Allah berikan yang terbaik untuk beliau
teeya wrote on Nov 11
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un... Semoga Allah menyayangi, mengasihi dan mengampuni beliau.

Yang sabar ya... ^_^
ukhtiwahyu wrote today at 5:24 AM
Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un...

Maaf pak, kata 'bapak' yg benar memang 'bapak' atau 'bapa' ya? soalnya kalo 'bapa' kayaknya lebih sering dipakai salah satu agama lain ya...
jonru wrote today at 8:40 AM, edited today at 8:41 AM
Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un...

Maaf pak, kata 'bapak' yg benar memang 'bapak' atau 'bapa' ya? soalnya kalo 'bapa' kayaknya lebih sering dipakai salah satu agama lain ya...
Dalam bahasa batak Karo, panggilan untuk ayah/bapak memang Bapa. Jadi ini bukan semata2 panggilan dari agama tertentu :)

Thanks ya atas ucapannya.
Add a Comment
   

Premium Seller



$6.00 Welcome Survey After Free Registration!




Kursus GRATIS "Pintar Menulis dalam 9 Minggu"
baruBerminat? Daftarkan diri Anda dengan cara mengisi formulir di bawah ini.
100 % GRATIS!
Nama
Panggilan:
Email:
Kota:
Negara:
Telepon:
Pekerjaan:
Powered by Sekolah-Menulis Online

© 2009 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Contact · Help