Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryAug 19, '07 8:19 PM
for everyone

Rasanya surprise sekali ketika pagi ini online, saya membaca tulisan Pak Roni yang khusus membicarakan saya.

Terima kasih banyak Pak Roni. Peristiwa ini sebenarnya berawal dari business conference TDA tanggal 16 Agustus 2007 lalu. Ini merupakan sebuah SEJARAH BESAR bagi perjalanan hidup saya. Karena dari uraian Pak Roni, saya akhirnya mengetahui wealth profile saya yang sebenarnya. Alhamdulillah, saya harus bersyukur pada Allah atas karunia ini.

Apa sebenarnya Wealth Profile itu?

Jangan salah sangka. Wealth yang dimaksud bukan kekayaan dalam bentuk uang. Roger Hamilton, si pencetus istilah ini, mendefinisikan Wealth sebagai berikut:

"Wealth is not how much money you have. Wealth is what you are left with when you lose all your money".

Jika masih bingung, coba baca tulisan Pak Roni yang ini. Di situ dia bercerita tentang pamannya yang punya usaha di Tanah Abang, tapi kemudian mendapat musibah kebakaran. Seluruh isi tokonya ludes.

Apakah si paman ini bangkrut dan jatuh miskin? Ternyata tidak. Dia membuka kembali kiosnya. Banyak mitra supplier-nya yang mau menitipkan barang tanpa pakai uang muka, karena sudah ada rasa saling percaya. Ya, ternyata KEPERCAYAAN inilah yang membuat si paman bisa bangkit lagi, memulai kembali usahanya yang habis dilahap musibah kebakaran.

Dalam tulisannya, Pak Roni memberikan penegasan:

Membangun kekayaan berbeda dengan menciptakan penghasilan (income). Membangun kekayaan adalah membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya.

Jadi, ini benar-benar berbeda dengan definisi kekayaan yang kita pahami selama ini, bukan?

* * *

Sekadar sharing, beberapa bulan lalu saya sebenarnya cukup stress. Hal ini antara lain disebabkan gagalnya proyek-proyek pesanan yang saya kerjakan. Selain itu, saya juga hampir tak punya sumber penghasilan lagi. Terpaksa saya pinjam sana pinjam sini alias berhutang. Kartu kredit yang sudah lama saya hindari, pun terpaksa digunakan lagi.

Alhamdulillah, titik cerah mulai ada ketika Allah memberikan saya ide untuk menyelenggarakan sekolah-menulis online lewat situs www.belajarmenulis.com. Dari kegiatan inilah rezeki mulai mengalir, dan stress saya hilang tak berbekas.

Sewaktu mendirikan sekolah-online tersebut, saya sebenarnya belum tahu apa wealth profile saya. Saya bahkan belum pernah mendengar istilah itu. Tapi saat itu saya sudah mulai punya ide untuk meninggalkan semua job yang berbau pesanan.

Kenapa? Sebab saya mulai sadar mengenai kecenderungan saya selama ini. Bayangkan saja: Ketika saya sedang DIBURU DEADLINE untuk menyelesaikan sebuah proyek pesanan bernilai jutaan rupiah, saya malah asyik mengutak-atik situs PenulisLepas.com yang jelas-jelas cuma hobi dan tidak mendatangkan uang (setidaknya saat ini). Saya sebenarnya tahu bahwa saya sedang diburu deadline, dan saya bisa kehilangan sumber rezeki dengan jumlah yang amat besar. Tapi saya sama sekali tidak peduli. Itulah salah satu keanehan saya!

Dulu saya belum pernah kepikiran untuk meninggalkan semua proyek pesanan, karena:

  1. Saya masih berpikir bahwa SAYA BISA mengerjakannya.
  2. Saya belum menemukan wealth profile saya.
  3. Saya belum punya gambaran mengenai sumber penghasilan lain.

Namun setelah mendirikan sekolah-menulis online, dan rezeki mulai mengalir, alhamdulillah.... saya merasa lebih percaya diri. Selain itu, sejak 1 Agustus lalu saya juga mulai menekuni internet marketing dan bergabung dengan Asian Brain. Sebab saya merasa bahwa internet marketing cocok dengan orang seperti saya. Saya membayangkan, suatu saat nanti saya bisa mendapatkan banyak rezeki dari bisnis online, sehingga saya tak perlu lagi repot-repot menggarap proyek-proyek pesanan yang hanya membuat stress.

* * *

Saya ingin mengutip lagi definisi "membangun kekayaan" yang dijelaskan oleh Pak Roni di blognya:

"Membangun kekayaan berbeda dengan menciptakan penghasilan (income). Membangun kekayaan adalah membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya."

Saya sangat setuju dengan definisi ini, karena saya pun sudah membuktikannya:

Ketika saya masih menjadi pekerja kantoran, saya punya kinerja yang sangat buruk. Banyak tugas kantor yang terbengkalai selama BERTAHUN-TAHUN. Bayangkan! Bertahun-tahun!

Saya bahkan sudah pernah mendapat Surat Peringatan (SP) 1, dan nyaris mendapat SP2. Dan sejujurnya, salah satu pemicu utama saya untuk resign dari kantor ketika itu, saya ingin "memecat diri sendiri" sebelum pihak perusahaan yang memecat saya. Saya sangat yakin, PHK bagi saya tinggal menunggu waktu yang tepat. Jika saya masih bertahan sebagai pekerja kantoran, sekitar bulan September 2007 Insya Allah saya sudah kena PHK dan tidak mendapat pesangon sepeser pun (ini sudah dijelaskan dengan amat jelas dalam SP1).

Ketika masih menerima proyek-proyek pesanan dan hampir semuanya molor dikerjakan, tentu saja para klien kecewa pada saya. Mereka marah-marah dan kehilangan kepercayaan terhadap saya.

Kesimpulan:
Ketika masih ngantor dan menggarap proyek-proyek pesanan, saya SANGAT SULIT "membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya." Boleh dikatakan, reputasi saya di mata teman-teman kantor saya dulu, juga di mata para klien yang memberikan saya proyek-proyek pesanan, SANGAT BURUK.

Apakah saya tidak punya reputasi sama sekali? Alhamdulillah ada! Dan baru tanggal 18 Agustus 2007 lalu saya MENYADARI bahwa reputasi dan nama baik yang saya miliki saat ini ternyata berasal dari pekerjaan-pekerjaan dan proyek-proyek saya sebagai CREATOR. Saya membangun dan mengelola PenulisLepas.com, termasuk milis penulislepas. Saya menulis di internet. Saya menerbitkan buku (atas kemauan sendiri, bukan buku pesanan). Dari kegiatan-kegiatan inilah, banyak orang yang akhirnya percaya pada saya. Saya punya reputasi tersendiri di mata mereka. Saya berhasil MEMBANGUN KEKAYAAN dari kiprah saya selama ini sebagai seorang CREATOR.

Fakta inilah yang membuat saya percaya pada definisi yang ditulis Pak Roni.

* * *

Saya memang sempat berpikir bahwa saya seorang MECHANIC. Pikiran seperti inilah yang - antara lain - membuat saya punya ide untuk mencari rezeki dengan cara menerima proyek-proyek pesanan. Tapi setelah kegagalan demi kegagalan menghampiri, saya akhirnya sadar:

Ternyata saya hanya cocok menjadi mechanic bagi DIRI SENDIRI.
Saya tidak bisa menjadi mechanic bagi orang lain.

Bila memaksakan diri, maka bukan hanya kegagalan yang saya dapatkan. Saya juga akan sulit MEMBANGUN KEKAYAAN. Saya akan sulit mendapatkan reputasi dan nama baik dari bidang yang satu ini.

Jika demikian faktanya, lebih baik saya tinggalkan semua proyek pesanan itu, bukan? Memang nilainya besar, bisa jutaan rupiah. Tapi reputasi dan nama baik kita jauh lebih penting, karena hal-hal seperti ini tak bisa dinilai dengan uang.

* * *

Sekarang, setelah menemukan wealth profile saya yang sebenarnya, saya merasa lebih tenang. Saya sudah berniat untuk berkonsentrasi pada bidang yang benar-benar sesuai dengan JATI DIRI saya.

Alhamdulillah.... Puji syukur ke hadirat Allah. Dan sekali lagi terima kasih banyak buat Pak Roni atas pencerahannya yang luar biasa.

(Btw... saat ini saya sebenarnya masih "berhutang" 3 proyek pesanan. Saya masih harus menyelesaikannya dalam waktu dekat. Ya, memang terasa berat. Tapi saya berharap semoga ini adalah proyek pesanan terakhir yang saya kerjakan).

Cilangkap, 20 Agustus 2007

Jonru

==================== BONUS ======================

Anda juga ingin menemukan JATI DIRI Anda yang sebenarnya? Anda ingin tahu apa itu wealth profile?

Roger Hamilton merumuskan delapan Wealth Profile sebagai berikut (saya hanya meng-copy paste dari tulisan Pak Roni ):

  1. Creator. Orang seperti ini diwakili oleh Bill Gates, Walt Disney, Richard Branson dan sebagainya. Mereka adalah orang-orang kreatif dan banyak idenya. Mereka akan terus berkreasi dengan apa pun yang dimilikinya, meskipun terbatas. Mereka fokus di sisi kreatif saja dan menyerahkan pekerjaan lainnya kepada supporter atau mechanic dan lainnya.
  2. Star (bintang), contohnya adalah Oprah Winfrey, David Beckham, Inul dan sebagainya. Mereka menjadi magnet bagi uang. Personal branding mereka kuat dan melekat pada dirinya. Uang didapatnya ketika ia tampil di pentas. Biasanya mereka ini adalah orang-orang yang ekstrovert, suka tampil di depan orang banyak.
  3. Supporter (pendukung). Diwakili oleh Jack Welch (mantan CEO GE), TP Rachmat (Astra). Mereka suka memimpin orang, adalah manajer yang handal dan hebat dalam mengelola perusahaan.
  4. Deal Maker, contohnya adalah Donald Trump, Li Kashing. Mereka suka bernegosiasi sampai titik darah penghabisan. Akalnya ada 1001 untuk mendapatkan best deal.
  5. Trader (pedagang), contohnya adalah George Soros, Theo F. Toemion. Mereka mencari produk dengan harga murah dan bisa dijual harga tinggi. Timing adalah salah satu kunci keberhasilannya. Visinya adalah jangka pendek. Yang penting beli di harga sekian dan jual di harga sekian.
  6. Accumulator, tokohnya adalah Warren Buffet, Robert Kiyosaki. Mereka suka mengumpulkan aset, menunggu dengan sabar sampai harganya tinggi dan menjual atau mendapatkan cashflow dari aset itu.
  7. Lord, mereka adalah orang yang suka dengan detail, suka menghitung dengan matang dan jeli, pintar merekayasa keuangan. Profil ini diwakili oleh Andrew Carnegie, Laxmi Mittal, Sandiaga Uno dan sebagainya. Mereka bisa membangun kekayaan dengan modal nol.
  8. Mechanic. Orang tipe ini adalah para pembuat sistem dan mengembangkannya. Contohnya adalah Ray Kroc (Mc Donald's), Sam Walton (Wal Mart) dan sebagainya. Mereka selalu berpikir bagaimana agar sistem bisnisnya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Profil manakah yang cocok dengan Anda? Silahkan disimak, semoga cepat ketemu, ya....

Sebagai tambahan referensi, silahkan mengklik yang ini:

Semoga sukses!

Jonru


Tulisan ini juga bisa dibaca di sini :)




38 CommentsChronological   Reverse   Threaded
elfarid wrote on Aug 19, '07
Manajemen waktu dan menentukan skala prioritas berdasar deadline rasanya masih perlu dalam kerja apa pun.

Saya pun sering lebih menikmati ketika sudah mendekati limit deadline. Hormon andrenalin lebih terpacu dan menjadi addicted.

Menyikapi hobi menjadi berguna atau justru asyik terjebak keasyikan semu ditentukan pada kedewasaan berpikir.

Semoga bisa jadi seorang pionir Bisnis Kreasi.

Kawan Penjaga Sanggar Mewah
jonru wrote on Aug 19, '07
elfarid said
Manajemen waktu dan menentukan skala prioritas berdasar deadline rasanya masih perlu dalam kerja apa pun.
betul sekali mas...
tapi saya biasanya tidak bisa menentukan deadline berdasarkan tanggal, misalnya "senin besok harus sudah selesai". Sebab saya jarang sekali bisa mematuhi deadline seperti itu.

(Dan inilah - antara lain - penyebab saya belakangan ini tak pernah lagi ikut lomba menulis. Deadline-nya itu enggak kuat, hehehe....)

Saya biasanya punya feeling, "Pekerjaan ini harus saya selesaikan secepatnya, karena bla.. bla.. bla...". Maka, saya berusaha menyelesaikan pekerjaan itu secepatnya.

Demikian konsep deadline bagi saya. Saya lebih suka pada kata "secepatnya" daripada "tanggal sekian".

Mungkin ini bukan manajemen waktu yang baik. Karena itu saya juga perlu belajar lebih banyak lagi.

terima kasih atas masukannya ya... :)
zenstrive wrote on Aug 19, '07, edited on Aug 19, '07
Dreamer masuk creator juga ya?
jonru wrote on Aug 19, '07
Dreamer masuk creator juga ya?
bermimpi kan kecenderungan setiap orang pak, tak peduli apapun wealth profile-nya.
gusmar wrote on Aug 19, '07
selain sebagai seorang Creator , bung Jonru juga seorang Motivator.....salute...
jonru wrote on Aug 19, '07
gusmar said
selain sebagai seorang Creator , bung Jonru juga seorang Motivator.....salute...
motivator bukan termasuk dalam wealth profile pak
hehehehe...

btw thanks atas komentarnya
kalau tulisan2 saya dianggap memotivasi, alhamdulillah... semoga bermanfaat ya :)
wirdayanti wrote on Aug 19, '07
Wah.. sebuah pencarahan utk saya nih Jonru..
Makasih yaa...
tianarief wrote on Aug 19, '07
apakah kekayaan yang dimaksud, lebih luas dari sekadar materi?
kepercayaan, nama baik (reputasi), kredibilitas, termasuk juga?
terima kasih sharingnya. *yang masih betah di zona nyaman* :)
jonru wrote on Aug 19, '07
Wah.. sebuah pencarahan utk saya nih Jonru..
Makasih yaa...
sama2 mbak
semoga bermanfaat ya :)
jonru wrote on Aug 19, '07
apakah kekayaan yang dimaksud, lebih luas dari sekadar materi?
kepercayaan, nama baik (reputasi), kredibilitas, termasuk juga?
betul mas

di atas juga sudah dijelaskan:

"Membangun kekayaan berbeda dengan menciptakan penghasilan (income). Membangun kekayaan adalah membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya."
cambai wrote on Aug 19, '07
saya kayaknya gak masuk tipe apa2 nih... hehehe
jonru wrote on Aug 19, '07
cambai said
saya kayaknya gak masuk tipe apa2 nih... hehehe
enggak mungkin, mbak
pasti ada
mungkin belum ketemu aja

selamat mencari, ya...
semoga sukses :)
hasyimbks wrote on Aug 19, '07
waduh nambah ilmu lagi neh, syukron jiddan ya om..., jadi termotaivasi terus deh :D
jonru wrote on Aug 19, '07
waduh nambah ilmu lagi neh, syukron jiddan ya om..., jadi termotaivasi terus deh :D
sama2 cim
alhamdulillah bila termotivasi

moga sukses ya.... :)
nadnuts wrote on Aug 19, '07
aku termasuk yang mana ya?
roelworks wrote on Aug 20, '07
kalau sudah ketemu gimana? saya masuk mana ya? kayaknya creator deh ..
iwananashaya wrote on Aug 20, '07
HIDUP CREATOR!!!!!!!!!!!!!! ;-)
Kayaknya aku CREATOR juga *PD.com* ;-) ;P
ceumimin wrote on Aug 20, '07
Masing2 orang bisa tahu dimana dia berada ketika kelemahannya diketahui dia sendiri..
Seperti pak Jonru ini, tahu bahwa beliau sebenarnya Sang Creator, ketika kelemahannya untuk berelasi dengan yang lain gagal...
Saya ada pertanyaan, terus termasuk orang yg mana ketika orang itu mengetahui berelasi dgn orang sering gagal dia berusaha memperbaikinya, tapi belum aja dapat hasilnya....Apa ini yang dimaksud DIAM DITEMPAT..??
ceumimin wrote on Aug 20, '07
Wealht profile akhirnya kesejahteraan orang juga atau terjamin hidupnya karena ada income atau uang ya pak...??
elfarid wrote on Aug 20, '07
Silahkan bermimpi dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Hati-hati jangan sampai terjebak dan terlena di alam mimpi.
Kreasi adalah hasil dari olahan mimpi dibumbui kecerdasan dan kerja keras.

harryproklamanto wrote on Aug 20, '07
Disaat kita "terkurung" dalam kotak yg "menjepit"... dan sulitnya dana awal ... bagaimana itu semua dapat terwujud menjadi suatu "karya nyata" dan bukan lagi semacam semboyan... "the dream is still alive i could let die"..
Apa mesti terus "menggali" sementara waktu tetap bergulir... ? Jadi kapankah suatu mimpi itu mesti dijewantahkan menjadi media nyata dan berdaya buna bagi kita, keluarga, masyarakat, dan agama ???

-hp-
ayahara1 wrote on Aug 20, '07
sayang pak roni memilih Kategori Star, contoh dari indonesianya kok inul? sejajar dg oprah dan david beckam?

inul kan contoh yang kurang baik, yang senang nungging dan membelakangi penggemarnya
mbok ya cari contoh yang lain
ayahara1 wrote on Aug 20, '07
kalau kita sdh termasuk termasuk kategori kreator, bagaimana mencari orang cocok yang bisa jadi mitra menuju kesuksesan seperti yang contoh2 artikel pak roni
waqur wrote on Aug 20, '07, edited on Aug 20, '07
Sepertinya kita memiliki tipe yang sama mas...Saya tuh kalo dikasih pekerjaan kok terasa berat banget nyelesainnya, tapi kalo pekerjaan itu berasal dari saya sendiri, terasa penuh semangat dalam memperjuangkannya...
Misalnya aja dalam mengembangkan portal rumah tangga yang akan segera saya launching; rumahkusurgaku.com, semangat saya selalu menggebu-gebu, tapi ketika saya mengerjakan web pesanan orang lain, males banget dan mudah bete euy....
foodandtravel wrote on Aug 20, '07
kalo saya malah deadline yang sering jadi pemicu utama, mas jonru, hehehe... stress tapi menyenangkan...
lollytadiah wrote on Aug 21, '07
Salut buat Pak Jonru, juga buat keluarganya yang selalu mendukung keputusan Pak Jonru..
kabulku wrote on Aug 21, '07
klo gw mah termasuk kategori no.9 ... ~ PROVOKATOR ~


hidup bang jonru!
lancangkuning wrote on Aug 21, '07
sepertinya Wealth Profileku creator, banyak ide tapi jarang direalisasikan....
jonru wrote on Aug 21, '07
nadnuts said
aku termasuk yang mana ya?
coba dicari aja mbak
insya Allah bakal ketemu deh :)
jonru wrote on Aug 21, '07
kalau sudah ketemu gimana? saya masuk mana ya? kayaknya creator deh ..
kalo sudah ketemu, coba ikuti langkah berikut:

cari tahu, apakah kita sudah siap untuk bekerja hanya di jalur yang sesuai dengan wealth profile kita. jika sudah, ya syukurlah, tinggal dijalankan saja.

tapi jika belum, berusahalah menuju sana. Kumpulkan bekal dan modal yang cukup. Secara perlahan tinggalkan pekerjaan2 yang tidak cocok dengan wealth profile kita.

semoga sukses ya... :)

jonru wrote on Aug 21, '07
terus termasuk orang yg mana ketika orang itu mengetahui berelasi dgn orang sering gagal dia berusaha memperbaikinya, tapi belum aja dapat hasilnya....Apa ini yang dimaksud DIAM DITEMPAT..??
hm...
menurut saya, mungkin orangnya aja yang kurang motivasi untuk memperbaiki diri :)
jonru wrote on Aug 21, '07
Disaat kita "terkurung" dalam kotak yg "menjepit"... dan sulitnya dana awal ... bagaimana itu semua dapat terwujud menjadi suatu "karya nyata" dan bukan lagi semacam semboyan... "the dream is still alive i could let die"..
Apa mesti terus "menggali" sementara waktu tetap bergulir... ? Jadi kapankah suatu mimpi itu mesti dijewantahkan menjadi media nyata dan berdaya buna bagi kita, keluarga, masyarakat, dan agama ???

-hp-
Selama kita mau bekerja keras dan punya motivasi kuat, Insya Allah semua bisa tercapai kok mas

semoga sukses ya :)
jonru wrote on Aug 21, '07
bagaimana mencari orang cocok
ya lewat pergaulan dong pak
hehehe... :)
jonru wrote on Aug 21, '07
waqur said
Sepertinya kita memiliki tipe yang sama mas...Saya tuh kalo dikasih pekerjaan kok terasa berat banget nyelesainnya, tapi kalo pekerjaan itu berasal dari saya sendiri, terasa penuh semangat dalam memperjuangkannya...
Misalnya aja dalam mengembangkan portal rumah tangga yang akan segera saya launching; rumahkusurgaku.com, semangat saya selalu menggebu-gebu, tapi ketika saya mengerjakan web pesanan orang lain, males banget dan mudah bete euy....
wah... kok sama persis ya?
hehehe....

jonru wrote on Aug 21, '07
kalo saya malah deadline yang sering jadi pemicu utama, mas jonru, hehehe... stress tapi menyenangkan...
ya tiap orang memang beda2 mbak
kalo bisa patuh pada deadline, itu bagus banget sebenarnya.
jonru wrote on Aug 21, '07
Salut buat Pak Jonru, juga buat keluarganya yang selalu mendukung keputusan Pak Jonru..
thanks mbak :)
jonru wrote on Aug 21, '07
sepertinya Wealth Profileku creator, banyak ide tapi jarang direalisasikan....
wah... sama
saya juga sering banyak ide, tapi akhirnya tak terlaksana.

memang salah satu kelemahan creator: dia sering sulit mengeksekusi ide-idenya.

makanya, seorang creator perlu bekerja sama dengan mechanic atau supporter. mereka inilah yang bertugas merealiasikan ide-ide si kreator.
maskurmambang wrote on Nov 20, '07
wah rupanya orang TDA juga yah?
saya pernah baca blog pak ROni
pernah juga ikut workshop TDA di BPPT
(tapi semua karena diajak teman saya, saya sendiri masih tangan di bawwah)
Add a Comment