Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryJul 15, '07 10:27 PM
for everyone

Ketika bungkusan itu terbuka dan ternyata isinya laptop, saya bersorak kegirangan. Sekitar limat menit kemudian, mata saya berkaca-kaca karena terharu.

* * *

Semula, saya menyebut Dani Ardiansyah sebagai the lucky boy. Ya, tentu ia amat beruntung. Tanpa diduga-duga, penulis yang satu ini mendapat door prize berupa satu unit laptop merk Compaq yang harganya mungkin di atas Rp 10 juta. Tapi setelah berpikir lebih jauh, saya merasa bahwa julukan itu tidak tepat untuknya. Dani Ardiansyah is NOT the lucky boy.

* * *

Saya pertama kali mengenal Dani ketika FLP mengadakan sebuah acara diskusi-penulisan dadakan di arena World Book Day dua tahun lalu. Waktu itu saya tampil sebagai moderator dadakan, dan Dani Ardiansyah hadir sebagai peserta. Ia terlihat amat antusias mengikuti acara itu, dan mengaku ingin sekali bergabung dengan FLP, tapi belum tahu caranya. Acara dadakan itu membuatnya tahu, ia pun segera bergabung dengan FLP.

Beberapa bulan kemudian, saya bertemu lagi dengannya pada sebuah diskusi penulisan di FLP Jakarta. Dia membawa beberapa eksemplar bukunya yang sudah diterbitkan. Hm... semula saya tak begitu antusias menanggapi fakta itu. Sebab menerbitkan buku saat ini sangat mudah. Tak ada yang terlalu istimewa.

Tapi ketika saya tahu bahwa TERNYATA buku itu ia terbitkan secara indie atau self publishing, barulah saya menaruh perhatian yang besar padanya.

Menerbitkan buku adalah hal biasa, namun menerbitkan buku secara self publishing adalah hal yang sangat LUAR BIASA!

Apalagi setelah saya tahu betapa gigihnya Dani dalam upaya menerbitkan dan menjual buku pertamanya ini; sebuah novel remaja berjudul AURORA.

Untuk menerbitkan AURORA, Dani mengerjakannya sendirian, mulai dari menulis, mencari percetakan, mengurus ISBN, dan sebagianya. Ia bahkan terpaksa melelang motor kesayangannya di Pegadaian.

Setelah bukunya terbit, Dani berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lain, mengadakan roadshow dan diskusi penulisan. Bekerja sama dengan pengurus OSIS tiap sekolah, bukunya dijual dengan sistem mencicil, sehari Rp 1.000. Hm.. sebuah ide yang sangat kreatif! Anda dan saya mungkin belum pernah kepikiran untuk menjual buku dengan cara seperti itu.

Alhamdulillah, kerja keras Dani membuahkan hasil. Dalam waktu sebulan, bukunya yang dicetak sebanyak 1.000 eksemplar, habis terjual. Ia dapat menebus kembali motornya.

Apakah AURORA sebuah novel yang bagus, sehingga bisa terjual 1.000 eksemplar dalam waktu yang amat singkat?

Sejujurnya, menurut saya novel ini masih sangat jauh di bawah standar kualitas. Cetakannya jelek, editingnya kacau balau, isi ceritanya terlalu biasa, nyaris tak ada yang istimewa. Saya pun pernah menyampaikan kritik seperti itu padanya, dan Dani dapat menerimanya dengan besar hati. Ia juga sadar bahwa ia masih perlu belajar banyak.

Lantas, kenapa buku ini bisa laris manis begitu? Tak lain dan tak bukan, karena Dani bekerja sangat keras dan penuh kreativitas. Ia menjalankan strategi marketing door to door, menjemput bola, sebuah pekerjaan yang amat repot dan melelahkan. Tapi alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Kita pun mendapat pelajaran berharga: Ternyata promosi dan marketing itu sangat penting!

Buku Dani memang jauh di bawah standar kualitas, tapi semangatnya yang luar biasalah yang perlu kita teladani. Ia tak kenal menyerah, ia rela melakukan hal-hal yang mungkin belum terpikirkan oleh kita.

Dan yang lebih hebat, Dani tak mau surut walau ada kendala. Ia tak punya komputer. Ia menulis novel dengan tulisan tangan, dan (sepertinya) naskah itu diketik di rental komputer. Ia ingin sekali memiliki komputer. Mungkin setiap malam, doa yang dipanjatkannya berbunyi, "Ya Allah, izinkanlah hambaMu ini memiliki komputer agar aku bisa menulis naskah dengan lebih leluasa."

* * *

Allah memang Maha Mendengar. IA juga akan mengabulkan doa siapa saja yang mau bekerja keras untuk meraih impiannya.

Dan keajaiban pun terjadi tanggal 15 Juli 2007 lalu. Dalam acara kopdar komunitas SekolahKehidupan.com di Rasuna Klub, Jakarta, nama Dani Ardyansyah terpilih sebagai penerima hadiah utama dalam acara door prize.

Sebenarnya, nama yang pertama kali disebut bukan nama dia. Tapi karena orang yang beruntung itu tidak ada (sepertinya dia sudah pulang), maka mas Helmy Yahya selaku pembawa acara mengambil satu nama lagi. Ternyata itu adalah nama Dani Ardiansyah.

Dani maju ke panggung dengan perasaan yang amat gembira.

"Hadiah apa yang kamu harapkan dari kotak ini?" tanya Helmy Yahya.

"Hadiah yang akan membuat saya bahagia," sahut Dani, ia terlihat grogi.

"Ah, jawabannya kurang spesifik. Coba sebutkan nama benda tertentu."

"Sejak dulu saya ingin sekali punya komputer, tapi belum kesampaian," ujar Dani akhirnya.

Helmy Yahya pun menyuruh Dani membuka bungkus kotak itu. Dan ketika sudah terbuka, terlihat nama sebuah merek di kardusnya: Compaq.

"Sekarang, apakah kamu bisa menebak apa isi kotak ini?" tanya Helmy Yahya.

"Iya, bisa!" sahut Dani, terlihat ia makin bahagia.

"Benar! Isi kotak ini adalah sebuah laptop!" Teriak Helmy Yahya.

Seluruh hadirin bertepuk tangan, termasuk saya. Saya berteriak kegirangan, ikut senang atas hadiah yang didapatkan sahabat saya itu.

Sekitar lima menit kemudian, entah kenapa saya jadi terharu. Mata saya berkaca-kaca.

Saya ingat bagaimana perjuangan Dani yang amat luar biasa untuk mewujudkan keinginannya menjadi seorang penulis. Dia mengorbankan banyak hal, termasuk motor kesayangannya. Ia ingin sekali memiliki komputer, namun yang ia dapatkan justru laptop, sebuah benda yang jauh lebih canggih. Nasibnya saat ini seperti peribahasa, "Pucuk dicinta ulam tiba."

Walau si penerima hadiah itu bukan saya, tapi saya dapat merasakan betapa bahagianya Dani. Dulu, ketika saya baru merintis karir sebagai penulis, saya ingin sekali membeli mesin tik (saat itu belum ada komputer), tapi belum kesampaian juga. Saya bahkan nyaris stress karena benda yang satu itu belum berhasil juga saya miliki. Saking terobsesinya saya terhadap mesin tik, ia sampai terbawa-bawa ke dalam mimpi.

Bagaimana perasaanmu ketika ada orang yang memberimu hadiah berupa benda yang amat kamu inginkan? Kamu tak akan dapat menjawabnya sebelum merasakannya sendiri. Dan itulah - antara lain - yang membuat mata saya berkaca-kaca.

"Dani, you are the lucky boy," ujar saya di dalam hati, sambil bermimpi seandainya laptop itu jatuh ke tangan saya. Tiba-tiba, saya mendapat ide untuk membuat tulisan berjudul, "About laptop and Dani Ardiansyah, the lucky boy".

Tapi beberapa menit kemudian, saya berpikir ulang. Benarkah Dani the lucky boy? Apakah dia sekadar beruntung, tak lebih dari itu?

Oh, tidak! Menurut saya ia bukan beruntung. Ia mendapatkan laptop itu bukan karena faktor LUCKY semata. Kalau saya menyebut dia beruntung, lantas di mana peran kerja keras dan doanya selama ini?

Dani adalah pemuda yang amat kreatif, ia tipe manusia pekerja keras yang tak gampang menyerah. Dan laptop itu merupakan hadiah yang SANGAT LAYAK untuknya. Tuhan telah mendengar doanya selama ini, dan kini saatnya DIA menepati janji.

Allah tak akan pernah menyia-nyiakan setiap ikhtiar hambaNya.

Selamat saya ucapkan buat Dani. You are NOT the lucky boy. Okay?

Jonru


40 CommentsChronological   Reverse   Threaded
nadnuts wrote on Jul 15, '07
:D menyentuh banget ceritanya, mas jonru...

*aku jd semangat nih...dan mo belajar dr dani ttg tata cara penjualan :D*

thanks yaaaa...an inspiring story in a beautiful morning in a beautiful first day of a beautiful month*
roycelover wrote on Jul 15, '07
TFS mas... segala hal perlu kerja keras. Salut buat Mas Dani!!
yainal wrote on Jul 15, '07
selamat dan salut buat Dani, thanks for sharing buat mas Jonru.. :D
tianarief wrote on Jul 15, '07
hehehe. sempat hampir salah paham di awalnya. ternyata mas jonru sangat respek pada teman kita penulis baru itu. :)
dbaonk wrote on Jul 15, '07
sorry dani, cause i am the lucky one!
soalnya saya masih dikasih kesempatan untuk membaca dan dapat pelajaran berharga dari jurnal ini. haha...
wirdayanti wrote on Jul 15, '07
Salut utk Dani... Bagus banget cara Jonru menulisnya....

*saya sungguh terharu membacanya*
abhicom2001 wrote on Jul 15, '07
Alhamdulillah semoga laptopnya dpt lebih menambah semangat Kang Dani....dan kang Jon tentunya :)
hamasahputri wrote on Jul 15, '07
Agree, mas Jonru. Smoga akh Dani lebih produktif nulisnya. Amiin :)
ianaja wrote on Jul 15, '07
subhanallah...
terima kasih, om jonru
cptsh wrote on Jul 15, '07
Ck ck ck ck ........... ternyata Dani beruntung sekali yaaa ...... semoga lebih kreatif dalam kariernya.
bananatalk wrote on Jul 15, '07
Ikut terharu untuk Dani. Semangat terus, Dani.
*aku jadi makin semangat nulis*
laxita wrote on Jul 16, '07
Good Job Dani
setiap kerja keras pasti ada hasilnya
teruslah berkarya!
lilblog wrote on Jul 16, '07
wah... hebat euy..
keren..
ichenzr wrote on Jul 16, '07
salut untuk Dani....semangat dan kerja kerasnya memang luar biasa
catatankecil wrote on Jul 16, '07
Mas Jonru, Terimakasih. akhir2 ini saya ragu pada kata "Terimakasih", apakah kata itu layak diucapkan untuk menunjukkan rasa syukur, pada bahu2 raksasa yang membuat saya bisa melihat dunia dengan lebih leluasa. Sampai saat inipun, mata saya masih bengkak2. Hehehe. SMANGAT semuanya ^_^
banghas wrote on Jul 16, '07
ayo tetap semangat....
lollytadiah wrote on Jul 16, '07
Suatu imbalan buat sebuah kerja keras dan do'a..... Selamat buat Dhani.
Buat Bang Jonru...TFS.
catatankecil wrote on Jul 16, '07
Suatu imbalan buat sebuah kerja keras dan do'a..... Selamat buat Dhani.
Buat Bang Jonru...TFS.
Terimakasih ^_^ loh kok aku yang jawab. Mas Jonru, SMANGAT!!!
hettyoktaviana wrote on Jul 16, '07
wah keren cerita yang mengharukan. Bang jonru juga bagus menuturkannya.
jonru wrote on Jul 16, '07
sempat hampir salah paham di awalnya
berarti tujuan saya tercapai
hehehe.... :)
thetrueideas wrote on Jul 16, '07
ya terus berusaha dan berdo'a itu kuncinya, tul nggak mas?
imamisnaini wrote on Jul 16, '07
cerita yang menarik....terima kasih
ceumimin wrote on Jul 16, '07
Cara menulisnya pak jonru ini piawai banget, bener kata mas tian, saya kira malah ini yg mesti dikembangkan keterkaitan bathin antar sesama sehingga emosi pun terbawa sama...
thedreamland wrote on Jul 16, '07
Menerbitkan buku adalah hal biasa, namun menerbitkan buku secara self publishing adalah hal yang sangat LUAR BIASA!
___-
self publishing, berarti tanpa penerbit yah...
jonru wrote on Jul 16, '07
self publishing, berarti tanpa penerbit yah...
kalo dibilang "tanpa penerbit" ya tidak juga
sebab penerbitnya adalah si penulis sendiri

mungkin kita perlu mendefinisikan ulang,
apa sebenarnya arti dari "penerbit"
imazahra wrote on Jul 16, '07
Wow, tulisan yg sangat2 memotivasi Bang! Great angle! great shot! Salam saya buat Dani bang :-D
ariasantoso wrote on Jul 16, '07
God is good... all the time!
selamat buat Mas Dani... Thanks utk Bang Jonru yg telah berbagi kisah.
salman25 wrote on Jul 16, '07
Salam Kenal...
Subhanallah, tulisan akang memberikan hikmah dan motivasi untuk selalu bekerja keras. Kapan-kapan ajari ane nulis ya???
Semoga bisa semakin produktif ...
instantmirage wrote on Jul 16, '07
selamat untuk mas Dani ...

baca ceritanya oom Jonru jadi ikutan terharu... =]
orinkeren wrote on Jul 16, '07
KERENNNNNNNNNN. orin juga lagi pengen punya laptop. soalnya dah dua bulan komputer rusak gak jelas. huuhhuhuuhuhuhhuhuhuhuuh
adisubiyanto wrote on Jul 16, '07
kaya kisah perjuangan penjualan 10 juta eksemplar-nya "Chicken Soup of The Soul"-nya Jack Canfield dan Mark Victor Hansen..

Cerita Kang Jonru diatas mengundang sebuah tanya dalam diri,"Apakah saya bisa melakukannya?" "Atau mencetak prestasi yang lebih amazing?"

Hanya manusia dengan naluri pahlawan saja yang akan 'tergerak'.
Sisanya hanya manusia biasa yang
hanya menjadi penonton dengan decak kagum atas apa yang terjadi

Buat Kang Jonru, Kang Dani dan semua sobat MP-ers......Selamat bermimpi!!!
ardho wrote on Jul 16, '07
*berkaca2* :')
buhas wrote on Jul 16, '07
Hikk...gerimis nich...haru
Selamat buat Dhani, dan Jonru sebagai seorang sahabat...Salam BuHas
sya2 wrote on Jul 16, '07
memang Dani pantas mendapatkannya, ikutan terharu waktu liat dia sujud syukur itu
kabulku wrote on Jul 17, '07
wah... Dani ntar kayak Tukul dunk? kembali ke laptop !!! :D
ibunyadila wrote on Jul 17, '07
subhanallaah, terharu bacanya, terima kasih buat tulisannya..
chairina wrote on Jul 19, '07
selamat yah...
hebat ya konsistensinya... mudah2an bisa jadi pelajaran bagi kita semua *terutama buatku*
heavenlyparadise wrote on Jul 19, '07
trims atas sharingnya tentang dani, bang Jonru. aku ketemu Dani sewaktu FLP di masjid Amir Hamzah waktu itu mentornya mbak dala... pada kesempatan itu dani menceritakan hal yang sama tentang buku self-publishnya Aurora dan malu-malu beliau menawarkan buku2 itu pada kami... aku beli satu (belum selesai baca sampai sekarang... he he he)
yang sempat teringat adalah ketika Dani bilang bahwa ia suatu ketika ke toko buku bisa senyum bangga karena melihat buku yang ia tulis sendiri berjejer dengan para penulis profesional lainnya.

salut buat anda dan beliau deh...
aku pengin ketularan kreatif juga...
elfarid wrote on Jul 19, '07
He is HARD WORKER.
Bekerja keras untuk menggapai keinginan tidak hanya bermodal bakat belaka.
Patut menjadi contoh.
eurisa wrote on Jul 27, '07
Aduh, terharu bgt nih bacanya.... Bang Jonru emang penulis yg hebat d. Mas Dani juga, selamat ya atas perjuangan dan kerja kerasnya yang pantang menyerah. Jadi contoh yang bagus tuh buat saya dan teman-teman yang masih baru di dunia tulis menulis ini.
Add a Comment