Blog EntryMelamar kerja lagi? Kok bisa?Jun 21, '07 2:50 AM
for everyone

Kapan terakhir kali saya melamar pekerjaan? Entahlah. Lupa. Yang jelas, aktivitas yang satu ini sudah sangat jarang saya lakukan sejak bekerja sebagai content editor di CBN. Terlepas dari segala macam kebosanan yang saya alami selama bekerja di sana, terus terang saya sebenarnya berpendapat bahwa CBN adalah perusahaan yang sangat baik. Mereka sangat manusiawi dalam memperlakukan karyawan. Saya bahkan sempat berjanji seperti ini, "Suatu saat nanti jika saya keluar dari CBN, itu bukan karena saya diterima bekerja di perusahaan lain, melainkan karena saya sudah punya usaha sendiri."

Alhamdulillah... janji saya ini terpenuhi. Tapi bukan ini yang hendak saya bahas sekarang.

Selama sekitar tiga tahun pertama bekerja di CBN, boleh dibilang saya tak pernah lagi melamar pekerjaan. Tapi ketika rasa bosan makin tak tertahankan, saya mulai mencoba melirik berbagai macam lowongan di berbagai perusahaan lain.

Sayangnya, hampir tak ada lowongan yang cocok buat saya. Ketidakcocokan ini karena:

  • Saya tak berminat terhadap jenis pekerjaan atau job discription yang ditawarkan.
  • Faktor usia. Entah kenapa, hampir semua lowongan mensyaratkan usia pelamar harus di bawah 30 atau 27 atau 28 tahun. Sedangkan usia saya sudah di atas 35 tahun.
  • Memang ada lowongan buat yang berusia di atas 35 tahun. Tapi biasanya ini adalah untuk posisi manajer, dan yang dicari adalah orang yang sudah berpengalaman sebagai manajer pula, atau minimal supervisor. Masalahnya, saya belum punya pengalaman kerja seperti itu.
  • Faktor Indeks Prestasi (IP). Yang dicari umumnya adalah mereka yang punya IP di atas 2,5 bahkan 3.0. Masalahnya, IP saya hanya 2,44.
  • Dan beberapa faktor lainnya.

Jadi boleh dibilang, frekuensi saya dalam melamar pekerjaan - selama bekerja di CBN - sangat sedikit. Dan dari yang sedikit itu, hanya satu kali saya mendapat panggilan.

Ini terjadi sekitar satu tahun lalu. Waktu itu, saya mengirim sebuah lamaran online via situs www.karir.com. Nama perusahaannya tidak disebutkan. Mereka hanya bilang, "Dibutuhkan redaktur untuk media teknologi informasi." Dan betapa kagetnya saya, ketika mendapat panggilan itu. Ternyata dari majalah SWA!

Saya pun mengikuti psiko tes di rumah seorang psikolog. Dia ini adalah partner majalah SWA, bekerja di media yang satu ini secara outsourcing. Menurut si psikolog, hasil tes saya sangat memuaskan. Dia berkata, mungkin beberapa hari lagi saya akan dipanggil itu tes berikutnya.

Tapi hingga hari ini, panggilan itu tak pernah datang.

* * *

Lama kelamaan, saya juga makin malas melamar pekerjaan baru. Selain karena faktor-faktor di atas, juga karena saya merasa tidak nyaman ketika harus berhadapan dengan segala macam tes penerimaan karyawan baru; mulai dari psikotes, wawancara kerja, tes kesehatan, dan entah apa lagi.

Saya merasa - mungkin ini hanya pikiran buruk saya - bahwa tes-tes seperti itu seperti sebuah alat yang mencurigai saya. Tes-tes itu seolah-olah bicara pada saya, "Kamu ini siapa, sih? Apa yang bisa kamu andalkan? Emang kamu mampu?"

Intinya, segala macam tes penerimaan karyawan baru membuat saya merasa sangat tidak nyaman. Maka, semangat untuk mencari pekerjaan baru pun semakin lemah. Padahal, kebosanan saya bekerja di CBN semaking menggila. Saya ingin keluar secepatnya dari sana, tapi saya belum punya alternatif lain.

Ada beberapa lowongan lain yang sempat saya baca. Sepertinya cocok buat saya. Bahkan, ada lowongan untuk posisi content manajer (sebuah jabatan yang sebenarnya sangat saya sukai!), dan usia si pelamar adalah maksimal 38 tahun. Cihuiyyyy!!! Jarang-jarangnya ada lowongan yang kriterianya cocok dengan usia saya.

Saya pun segera menulis surat lamaran. Tapi entah kenapa, lamaran itu tidak pernah saya kirim, sampai hari ini.

* * *

Tekad saya untuk berhenti sebagai pekerja kantoran pun, membuat semangat itu nyaris hilang. Memang, saya sempat tergoda ketika membaca ada lowongan menarik di media massa. "Boleh juga nih, kalo dicoba," ujar saya di dalam hati.

Tapi kemudian saya tertawa geli. "Buat apa sih, melamar kerja lagi? Bukankah saya telah bertekad untuk berhenti sebagai pekerja kantoran?"

Maka, saya pun mengurungkan niat untuk melamar kerja.

* * *

Setelah benar-benar berhenti bekerja sebagai pekerja kantoran, boleh dibilang semangat untuk melamar pekerjaan sudah benar-benar hilang tak berbekas. Saya tak pernah kepikiran lagi untuk melamar pekerjaan ke manapun.

Memang, saya kini jadi tertarik banget untuk memelototi iklan lowongan kerja di koran (entah apa sebabnya!). Saya baca satu persatu. Dan ketika melihat ada lowongan yang cocok, saya langsung tertarik. Ingin melamar ke sana. Tapi kemudian saya berkata lagi di dalam hati, "Buat apa sih? Kurang kerjaan amat!"

* * *

Walau tak pernah lagi melamar kerja, di luar dugaan kini saya beberapa kali ditawari pekerjaan. Hingga tulisan ini dibuat, setidaknya saya sudah dua kali mendatangi orang yang menawari pekerjaan tersebut.

Yang pertama adalah dari sebuah penerbit besar di Bandung. Saya diajak ketemu di sebuah mall di Jakarta. Di sana dia menawari saya posisi managing editor. Karena sejak dulu saya pengen banget bekerja di penerbit buku, saya pun menerima tawaran itu.

Tapi hingga hari ini, berbulan-bulan setelah pertemuan itu, tak ada kabar apapun dari mereka. Mungkin mereka berubah pikiran, atau ada masalah lain? Entahlah!

Yang kedua adalah dari sebuah penerbit juga. Rekomendasi saya dapatkan dari seorang penulis terkenal. Dia mengabari lowongan tersebut via SMS. Saya pun menyatakan tertarik, dengan alasan yang sama seperti di atas.

Maka, sekitar 3 minggu lalu saya datang ke kantor penerbit tersebut, di daerah Jakarta Timur. Sayangnya, direktur yang seharusnya bertemu saya, tiba-tiba harus keluar kantor karena ada urusan mendadak. Saya pun hanya bertemu salah seorang stafnya. Si staf ini berkata bahwa saya akan dihubungi lagi nanti.

Tapi hingga hari ini, mereka belum juga menghubungi saya.

* * *

Apakah saya kecewa karena dua kali menghadapi masalah yang sama? Insya Allah tidak. Sebab pada dasarnya saya memang sudah bertekad untuk berhenti sebagai pekerja kantoran. Ketertarikan saya pada dua tawaran di atas mungkin hanya ketertarikan semu, atau karena saya merasa bahwa ini adalah peluang bagus untuk mewujudkan "mimpi terpendam" saya.

* * *

Dan hari ini, Insya Allah saya akan menghadiri lagi pertemuan dengan pemimpin redaksi (pemred) sebuah majalah Islam. Informasi lowongan saya dapatkan dari seorang teman (sebut saja si A). Dia merekomendasikan nama saya kepada si pemred tersebut, untuk mengisi jabatan redaktur pelaksana.

Awalnya, saya agak tertarik. Tapi setelah dipikir-pikir, saya memutuskan untuk tidak mengambil tawaran itu. Saya berpikir bahwa saatnya saya konsisten pada pilihan hidup sebagai "orang bebas".

Ketika menyatakan tertarik pada tawaran dari dua penerbit di atas, salah satu alasan saya adalah karena saya ingin "Mencari pengalaman bekerja di penerbit buku. Semoga ini bisa menjadi modal saya jika nanti saya mendirikan penerbitan sendiri."

Tapi lowongan di media yang satu ini adalah sebagai redaktur pelaksana. Ini adalah jabatan yang pernah saya dapatkan di pers kampus dulu. Boleh dibilang, saya sudah "berpengalaman" sebagai redaktur pelaksana. Jadi, alasan "mencari pengalaman" sepertinya tidak tepat. Ini membuat rasa tertarik saya pada lowongan ini tidak terlalu tinggi.

Namun, si A berkata bahwa jabatan redaktur pelaksana itu sangat urgen. Mereka butuh banget.

"O gitu, ya?" ujar saya. "Atau gimana kalo saya bantu cari orang yang cocok?"

"Boleh juga. Tapi nama siapa yang bisa Mas Jonru rekomendasikan?"

"Hm..." saya berpikir sejenak. Memang banyak teman saya yang jadi wartawan, atau cocok jadi redaktur pelaksana. Tapi saya belum menemukan orang yang kriterianya cocok dengan yang diminta oleh media tersebut.

Saya akhirnya tak bisa merekomendasikan siapapun.

"Kalau begitu, begini saja, mas," ujar si A. "Gimana kalau sambil mencari orang yang cocok, mas Jonru dulu yang mengisi posisi tersebut?"

"Hm, boleh deh," ujar saya.

* * *

Maka, saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk bertemu pemred majalah Islam tersebut. Sejujurnya, saya tak begitu antusias. Tapi saya mencoba "tawakkal" saja. Walau nanti tak diterima bekerja di sana, minimal saya bisa menjalin silaturahmi dengannya. Dan siapa tahu, ada peluang bisnis yang bisa saya dapatkan darinya.

SEANDAINYA nanti saya diterima bekerja di sana, saya mungkin tak akan berlama-lama. Sebab, saya saat ini sedang membangun sebuah pondasi bisnis. Setelah beberapa bulan berhenti bekerja, saya mulai merasa bahwa pondasi bisnis itu mulai kuat, dan Insya Allah beberapa bulan ke depan bisnis ini sudah mulai stabil. Alangkah sayangnya, jika "masa depan bisnis yang cerah" tersebut menjadi tak terurus karena saya kembali sibuk bekerja sebagai orang kantoran.

Karena itu, SEANDAINYA nanti saya diterima bekerja di media Islam tersebut, mungkin saya hanya akan bertahan sekitar satu atau tiga BULAN. Sambil bekerja, saya akan mencari orang lain yang cocok untuk menggantikan saya.

Dan bila nanti saya tidak diterima, ya alhamdulillah. Berarti saya bisa kembali konsentrasi untuk membangun "kerajaan bisnis saya".

Entah nanti saya diterima di sana atau tidak, saya yakin bahwa itulah ketentuan Allah yang terbaik bagi saya.


Cilangkap, 21 Juni 2007
Jonru


42 CommentsChronological   Reverse   Threaded
tianarief wrote on Jun 21, '07
lama meninggalkan kantor, bikin kangen juga ya. :)
elqassam wrote on Jun 21, '07
semoga yang terbaik...
abhicom2001 wrote on Jun 21, '07
welcome back to the career world, Jon ;)
omhanif wrote on Jun 21, '07
berarti yg sekarang ini bukan melamar kerja dong
tap dilamar kerja.

semoga yg terbaiklah yg akan diterima
jonru wrote on Jun 21, '07
lama meninggalkan kantor, bikin kangen juga ya. :)
kangen sama internet gratisnya mas

hehehe... :)
jonru wrote on Jun 21, '07
semoga yang terbaik...
amiin..
thanks ya... :)
jonru wrote on Jun 21, '07
welcome back to the career world, Jon ;)
belum kok pak :)
jonru wrote on Jun 21, '07
omhanif said
dilamar kerja
wah iya
benar juga om :)
indahjuli wrote on Jun 21, '07
Lebih enak jadi orang bebas.
Bisa menentukan sendiri apa yang kita mau, ngak musti diperintah dan diomelin :D
Jadi kapan seminarnya ?
imamisnaini wrote on Jun 21, '07
semoga mendapat arah yang baik....
masih salut sama mas jonru
embundinda wrote on Jun 21, '07
tantangan baru ;)
semoga sukses....
ti2n wrote on Jun 21, '07
moga sukses mas :)
epriabdurrahman wrote on Jun 21, '07
Ternyata tak mudah ya menolak godaan, semoga apapun yang mas Jonru jalani sekarang dimudahkan dan impian jadi pengusaha sukses terus dipupuk....proposal belum dikirim jg ya :D
jonru wrote on Jun 21, '07
thanks buat teman-teman semua

khusus buat mbak indah dan mas epri:
mohon bersabar ya...
terus terang, saat ini "proyek" yang saya tangani saat ini sangat banyak
Ingin "berbagi tugas" dengan orang lain, alias mempekerjakan seorang staf, tapi apa daya belum ada dana untuk membayar gajinya

akhirnya semuanya harus saya kerjakan sendirian :)
femmy wrote on Jun 21, '07
jonru said
Karena itu, SEANDAINYA nanti saya diterima bekerja di media Islam tersebut, mungkin saya hanya akan bertahan sekitar satu atau tiga BULAN. Sambil bekerja, saya akan mencari orang lain yang cocok untuk menggantikan saya.
Jangan-jangan ntar kayak aku di Mizan. Niatnya cuma kontrak empat bulan untuk menggantikan editor yang cuti melahirkan, tahunya keterusan sampai lima tahun :-p
usep wrote on Jun 21, '07
mungkin tak perlu berburuk sangka. jika memang diterima, terima aja. siapa tahu memang harusnya kamu di sana. kalo ngga, ya, kan bisa meneruskan yang sedang dibangun. good luck, pak. :)
jonru wrote on Jun 21, '07
femmy said
Niatnya cuma kontrak empat bulan untuk menggantikan editor yang cuti melahirkan, tahunya keterusan sampai lima tahun :-p
wah...
moga saya tidak seperti ini
hehehe...
soalnya saya sudah merasakan gimana enaknya jadi orang bebas
walau duit seret, tapi jauh lebih bahagia :)
lastepisode wrote on Jun 21, '07
good luck mas jonru. kalo niatnya memang ingin "mencari pengalaman" di penerbitan agar punya bekal, boleh juga tuh mas dicoba. insya Allah berkah :D
jonru wrote on Jun 21, '07
usep said
mungkin tak perlu berburuk sangka.
thanks mas usep
kalaupun berburuk sangka, sebenarnya saya berburuk sangka pada diri sendiri
kuatir tak bisa menjalankan tugas yang diberikan :)
jonru wrote on Jun 21, '07
kalo niatnya memang ingin "mencari pengalaman" di penerbitan agar punya bekal, boleh juga tuh mas dicoba
betul uda
lowongan yang terakhir ini sebenarnya untuk MAJALAH, bukan penerbit buku
Saya pernah jadi redaktur di majalah, walau cuma majalah kampus. Jadi sedikit banyaknya sudah tahu liku-likunya. Tapi moga deh, ada hal lain yang nanti bisa saya dapatkan seandainya diterima bekerja di sana.
femmy wrote on Jun 21, '07
jonru said
soalnya saya sudah merasakan gimana enaknya jadi orang bebas
walau duit seret, tapi jauh lebih bahagia :)
iya. kalau sampai bertahan, tentunya ada faktor lain yang membuat kita bertahan di sana. aku juga sempet freelance 8 bulan sebelum masuk Mizan, dari tadinya bebas-merdeka, jadi orang kantoran. dan sepanjang lima tahun itu, aku tahu bahwa suatu saat akan berhenti, dan terus bertanya-tanya kapan itu akan terjadi (kapan aku tidak merasa begitu berat meninggalkan teman-teman di sana).

ternyata aku bertahan sampai lima tahun. faktor utama sih karena orang-orangnya yang sangat menyenangkan dan bikin betah. faktor lain, feeling that you're a part of something bigger than yourself juga suatu perasaan yang menggugah. jenis kebahagiaan yang lain.
lorongcahaya wrote on Jun 21, '07
kalau masih gak 'sreg' juga, ya ntar lempar aja ke saya bang, nanti saya minta gaji yang super gedhe heheheh
muiz2007 wrote on Jun 21, '07
Om Jonru neh... orang maah cari kerjaan susah, apalagi yang cocok. Om Jonru punya peluang tapi bisa dikesampingkan (dibikin santai). Hebat, Selamat ya Om, oh yaa,... kalo di perusahaan Om ada lowongan untuk ngetik2 aku mau dunk Om, biar aku bisa tinggal di Cilangkap deket dengan adikku serta bisa meneruskan usaha kecilku. Makasih, Bravo Om Jonru.
arvenda wrote on Jun 21, '07
wah wah...
jd mnunggu2 nih kerajaan bisnisnya Bang Jonru bakal spt apa bentuknya :) :)
reipras94 wrote on Jun 21, '07
apapun itu semoga itu yang terbaik untuk om jonru........
srisariningdiyah wrote on Jun 21, '07
semoga semua yang terbaik buat mas jonru...
tetap semangat mas jonru!!!!!!!!!!!!!!!!!!
onetea wrote on Jun 21, '07
pantesan pak jonru ikut TDA....
good luck ya pak...
sohadi wrote on Jun 21, '07
salut Mas Jonru bisa keluar dari zona comfort dan bisa mandiri. Tidak mudah dan tidak semua orang bisa seperti itu.. atau emang karakter jurnalis membuat seseorang lebih mandiri..dan nggak tergoda masuk lingkaran karir lagi :-).. jadi mikir.. thanks ya.
ayahara1 wrote on Jun 21, '07, edited on Jun 21, '07
moga sukses :-)
etika wrote on Jun 21, '07
mau jadi orang kantoran atau punya kerajaan bisnis sendiri... mudah2an tambah sukses ya Pak !.
rafidayan wrote on Jun 21, '07
Memang untuk memulai menjadi pebisnis sejati diusia matang penuh kebimbangan antara idealisme dan tanggung jawab moral, semuanya memang proses. Dulu saat saya berdasi sering memandang sebelah mata terhadap tamu yang berpakaian sangat sederhana, dalam pembicaraan singkat baru saya tau bahwa dia pemilik usaha yang mau menempatkan dana. Sekarang dengan baju sederhana juga saya bisa menebak isi kantong orang kantoran pada tanggal 20-an....he...he...(maaf yg masih menjadi orang kantoran)
Semoga niat bang jonru untuk bekerja lagi tidak menyurutkannya utk membangun jaringan bisnis yg mulai dibangun, bukankah saat ini lebih mulia bila kita bisa mempekerjakan tenaga kerja yang bertumpuk di negeri ini...., semoga .....Amien......!
hamasahputri wrote on Jun 21, '07
Sip deh, mas Jonru..Selalu ada hikmah atas setiap peristiwa..Nikmatin aja ^_^
imazahra wrote on Jun 22, '07
Good luck ya Bang, mudahan selalu yg terbaik utk Bang Jonru, bantu doa disini :-)
jonru wrote on Jun 22, '07
kalau masih gak 'sreg' juga, ya ntar lempar aja ke saya bang, nanti saya minta gaji yang super gedhe heheheh
halah! :)
jonru wrote on Jun 22, '07
kalo di perusahaan Om ada lowongan untuk ngetik2 aku mau dunk Om
wah... sekarang perusahaannya belum ada mas
doakan aja ya, moga segera ada :)
jonru wrote on Jun 22, '07
onetea said
pantesan pak jonru ikut TDA....
wah, mbak wanti gabung juga ya?
jonru wrote on Jun 22, '07
Memang untuk memulai menjadi pebisnis sejati diusia matang penuh kebimbangan antara idealisme dan tanggung jawab moral, semuanya memang proses. Dulu saat saya berdasi sering memandang sebelah mata terhadap tamu yang berpakaian sangat sederhana, dalam pembicaraan singkat baru saya tau bahwa dia pemilik usaha yang mau menempatkan dana. Sekarang dengan baju sederhana juga saya bisa menebak isi kantong orang kantoran pada tanggal 20-an....he...he...(maaf yg masih menjadi orang kantoran)
Semoga niat bang jonru untuk bekerja lagi tidak menyurutkannya utk membangun jaringan bisnis yg mulai dibangun, bukankah saat ini lebih mulia bila kita bisa mempekerjakan tenaga kerja yang bertumpuk di negeri ini...., semoga .....Amien......!
masukannya bagus banget mas

thanks a lot :)
ceumimin wrote on Jun 22, '07
Yang komentar makin banyak, saya yang baca makin bijak, mudah2an dalam mengambil keputusan..
Terimakasih semuanya, semoga menjadi amal sholeh kalian memberi terbaik kepada sesama walau hanya spirit dan pengalaman...
onetea wrote on Jun 23, '07
jonru said
wah, mbak wanti gabung juga ya?
baru aja gabung milis TDA pak. mo belajar bisnis juga nih pak. tapi kalo skrg sih masih tercatat sebagai anggota komunitas TDB heheehe.
lollytadiah wrote on Jun 25, '07
Semoga sukses Pak.... apapun yang didapat..... Alhamdulillah... yang pasti Allah selalu memberikan yang terbaik.
peaceman wrote on Jun 25, '07
Gimana, hasil pertemuannya? Sukses?
;-]
dayseema wrote on Jun 27, '07
onetea said
baru aja gabung milis TDA pak. mo belajar bisnis juga nih pak. tapi kalo skrg sih masih tercatat sebagai anggota komunitas TDB heheehe.
Nanya dong... TDA dan TDB ini apa ya?

*masih jadi orang kantoran dan sedang mengumpulkan modal untuk bebas*
Add a Comment
   

Premium Account

Pendaftaran Sekolah-Menulis Online, Kini Bisa Setiap Hari, 24 Jam Nonstop. Langsung Belajar Setelah Mendaftar. Klik DI SINI >>


Kursus GRATIS "Pintar Menulis dalam 9 Minggu"
baruBerminat? Daftarkan diri Anda dengan cara mengisi formulir di bawah ini.
100 % GRATIS!
Nama
Panggilan:
Email:
Kota:
Negara:
Telepon:
Pekerjaan:
Powered by Sekolah-Menulis Online


Karya Jonru

Pemenang Pemilu 2009
Sekolah Online

Jonru
Konsultasi Penulisan
GRATIS bersama Jonru >>
free web stats
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help