Blog EntryApakah saya demikian miskinnya?Dec 26, '06 1:09 AM
for everyone
Kemarin (25 Desember 2006), seorang sahabat mengirimi saya SMS. Isinya, "Jonru, kamu mau berqurban gak? Gimana kalo kita patungan beli kambing?"

Saya segera membalas SMS itu dengan pesan, "Wah... saya belum punya anggaran nih, buat qurban. Maaf ya."

Lantas, perbincangan SMS itu pun saya lupakan. Yang saya ingat adalah: selama ini saya memang belum pernah berqurban di hari Idul Adha. Saya memperingati hari raya haji ini setiap tahun, tapi saya selalu berpikir bahwa keuangan saya belum mencukupi untuk membeli hewan qurban.

Dan pikiran seperti itu pulalah yang muncul di kepala saya ketika membaca SMS dari si teman. Saya membalasnya secara spontan, berdasarkan "pemikiran otomatis" yang telah lama bersemayam di pikiran saya.

Lantas, pagi tadi seusai Shubuh, saya mendengarkan ceramah seorang ustadz di radio. Beliau mengatakan bahwa qurban itu bukan hanya buat orang kaya. Orang miskin pun disunnahkan berqurban. Pak Ustadz ini pun berkata bahwa berqurban merupakan sebuah tes untuk menguji seberapa besar keikhlasan kita untuk menyisihkan harta di jalan Allah.

Ya Allah... seketika saya merasa amat terpukul oleh ucapan itu. Saya segera membayangkan cerita tentang nabi Ibrahim yang demikian patuh dan ikhlas ketika diperintah Allah untuk menyembelih anaknya. Nabi Ibrahim begitu ikhlas untuk mengorbankan anak yang amat ia cintai.

Jika demikian, kenapa saya tidak ikhlas hanya untuk mengorbankan sedikit saja harta saya?

Saya pun segera berpikir. Saya ingat: dulu ketika anak saya Fia aqiqah, harga kambing yang kami beli cuma sekitar Rp 700.000. Berarti, saya hanya perlu mengeluarkan uang lebih kurang sejumlah itu. Dan kalau misalnya patungan dengan teman, tentu saya bisa mengeluarkan jumlah yang lebih kecil.

Hm... ternyata memang sejak awal saya telah salah. Saya hampir tak pernah tahu berapa harga pasaran kambing. Dan sejak dulu di pikiran saya sepertinya sudah ada "pola" bahwa harga kambing itu mahal sehingga saya belum sanggup membelinya.

Kini saya jadi berpikir, sedemikian miskinkah saya? Apakah saya memang benar-benar tak sanggup untuk membeli hewan qurban?

Tiba-tiba saya teringat pada sebuah puisi yang saya tulis beberapa bulan lalu:

====================

Ya Allah, Jadikanlah Aku Orang Kaya

Ya Allah...
Jadikanlah aku orang kaya
agar ku dapat ulurkan cinta bagi tatapan penuh harap
agar ku dapat siramkan kesejukan bagi bibir yang mengering
bagi harapan yang mungkin telah gersang
sehingga mimpi pun mungkin enggan singgah di sana

Ya Allah...
Jadikanlah aku orang kaya
yang selalu peduli pada tangis dan jeritan hati
yang tak pernah usai bertanya di mana lagi saudaraku yang butuh uluran kasih

Ya Allah...
jadikanlah aku orang kaya
yang memiliki hati seluas samudera
yang memiliki senyum seindah bunga di taman cintaMu

Namun Allah...
Jika aku tak Kau takdirkan jadi orang kaya
biarkanlah hatiku yang menjadi kaya
hati yang tak pernah merasa kekurangan
hati yang selalu tergerak untuk berbagi
hati yang tak pernah henti menebarkan cinta

Ya Allah...
jadikanlah aku orang kaya
orang kaya yang selalu melangkah di jalanMu

Amiin...


Senayan, 15 Oktober 2005
Jonru




24 CommentsChronological   Reverse   Threaded
tianarief wrote on Dec 26, '06
mas jonru, bukankah di indonesia patungan hewan qurban itu lazim untuk sapi (7 orang)? sedangkan kambing hanya untuk satu orang.
jonru wrote on Dec 26, '06
o... berarti utk kambing gak boleh patungan ya mas?
sya2 wrote on Dec 26, '06
iya betul kata pak tian, setahu saya juga begitu
tianarief wrote on Dec 26, '06
jonru said
o... berarti utk kambing gak boleh patungan ya mas?
untuk qurban, setahuku, disunnahkan satu orang menyembelih satu kambing. lain halnya untuk shodaqoh. (CMIIW).
untuk sapi pun, satu orang satu, lebih afdol. asalkan mampu. :)
kucingkumeong wrote on Dec 26, '06
jonru said

Namun Allah...
Jika aku tak Kau takdirkan jadi orang kaya
biarkanlah hatiku yang menjadi kaya
hati yang tak pernah merasa kekurangan
hati yang selalu tergerak untuk berbagi
hati yang tak pernah henti menebarkan cinta

Ya Allah...
jadikanlah aku orang kaya
orang kaya yang selalu melangkah di jalanMu
Aaaamin, saya juga belom pernah berqurban... sama kayak mas Jon hiksss
pengeen beli kambing juga, mao coba nabung buat taon depan.
omhanif wrote on Dec 26, '06
700 rb
kalo mo nabung, sehari 2000 rp, cukup tuh.
jonru wrote on Dec 26, '06
subhanallah...
cerita yang amat menyentuh
saya juga jadi malu setelah membacanya
hehehehe...

berart yang paling penting memang niat ya?
nadnuts wrote on Dec 26, '06
menyentuh, Mas...
alghozi wrote on Dec 26, '06
Justru pada saat sedang sulit, pahala sedekah akan semakin berlipat.. :)
krn keikhlasannya semakin tertantang.. :)
myshant wrote on Dec 26, '06
setahu saya kalau qurban kambing gak bisa patungan ya ?
kami pernah sekali mas, tahun 2003, udah niat jelek, gak qurban untuk tahun itu karena anggaran ketat
yg ada malah dompet suwami yg isinya duit 2jt dan surat2 penting ilang
duh, kapok deh ...abis itu tiap bulan nyisihin duit yg emang alokasinya buat qurban
dengan harga kambing 700-800rb, kalau nabung tiap bulan gak sampe' 100rb kok :)
thetrueideas wrote on Dec 26, '06
kalau kambing tidak bisa patungan, ini kejadian lucu disekolah-sekolah, mewajibkan anak didiknya untuk ikut nyumbang dalam rangka berqurban, pertanyaannya: atas nama siapa qurban itu jika didanai rame-rame begitu? :)
roelworks wrote on Dec 26, '06
mewajibkan anak didiknya untuk ikut nyumbang dalam rangka berqurban
mungkin dalam rangka belajar ..dan membiasakan... satu anak satu kambing gak mampu kali ...
kangbayu wrote on Dec 26, '06
Ini ada satu kutipan menarik dari situs Syariah Online (http://www.syariahonline.com):

Satu hewan kurban bisa untuk satu orang berikut keluarganya. Demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah saw. ketika menyembelih kurban beliau mengucap, “Ini kurban dari muhammad dan keluarganya.”

Abu Ayyub juga berkata, “Pada masa Nabi saw orang menyembelih seekor kambing atas nama dirinya sendiri dan keluarganya. Akan tetapi kemudian banyak orang yang bermegah-megahan sehingga menjadi seperti yang kalian lihat sekarang.”

Sumber: http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/18/cn/24214

Sayangnya disini nggak diungkapkan sanad lengkap dari hadistnya.

Tapi saya pribadi pernah beberapa tahun lalu menghadiri sholat jum'at yang materinya adalah pembahasan soal 1 kambing untuk 1 keluarga ini. Kebetulan penceramah sampai rela menyediakan fotokopi selebaran yang isinya kutipan hadist Rasulullah SAW soal ketentuan (kontroversial?) ini. Sayang saya nggak inget bunyi hadist lengkapnya seperti apa, atau dimana kertas selebarannya sekarang...
peduli wrote on Dec 26, '06
Waktu menjelang Idul Adha 1425 H, ada seorang ustad yg memberikan tausiyah, ada satu kalimat yg senantiasa saya ingat, kira2 begini bunyinya : ...hakikat qurban itu adalah ketika kita sudah merasa berat untuk melakukannya...

Untuk info qurban dr beberapa lembaga, termasuk qurban untuk daerah bencana, bisa klik di sini :)
maknyaabel wrote on Dec 26, '06
kalo dikampung saya, ada seorang penyelenggara qurban yang memperbolehkan kita menyicil/nabung misalnya untuk qurban tahun ini, nah kita yang berniat ikut berqurban boleh mulai nabung dari bulan januari kemaren, boleh 50 ribu atau 100 ribu nah apabila pada saat hari raya qurban tiba apabila uang kita kurang kita hanya perlu menambahkan kekurangannya tapi apabila tabungan kita berlebih akan dikembalikan
omhanif wrote on Dec 26, '06
dikantorku juga pengurus DKM, membuka tabungan kurban.
jadi yg mau berkorban bisa nyicil iap bulan, ntar tinggal nambahin kurangnya dikit.
mochusni wrote on Dec 26, '06
Bang Jonru, saya pernah denger cerita ttg ibu2 tua renta yg telaten menyisihkan uang seribu perak hasil keuntungan menjual sapu lidi. Ketika ada yg bertanya untuk apa uang itu? Ibu tersebut menjawab, "Supaya bisa beli kambing utk Qurban."

Saya jadi ingat pesan Valentino Dimsy (pengusaha muslim muda yg terbukti sukses). Dia bilang, yang penting tuliskan target, lalu kejar. InsyaAllah tercapai. Kalo gak salah,... di "Ayat-Ayat Cinta"-nya Habiburahman juga disinggung pentingnya target, rencana dan optimisme kita dalam hidup...

Kaya-Miskin..? Ah,... itu mah relatif. InsyaAllah apapun bisa kita dapatkan kalo kita niatkan dan kejar seserius mungkin.
zee2 wrote on Dec 26, '06
semoga kita semua dilimpahi rizki yang halal yang berlimpah dan dapat menggunakan dengan sebaik-baiknya di jalan Allah, amiiin ^_^
Comment deleted at the request of the author.
dyru wrote on Dec 27, '06, edited on Dec 27, '06
alhamdulillah suami saya juga berniat qurban tahun ini. kami memang baru kali ini melewatkan idul adha bersama, dan ini kali pertama suami berqurban.. moga2 bisa sterusnya dan saya bisa ikutan..
sutanbatuah wrote on Jan 1, '07
Alhamdulilllah, untuk pertama kalinya ana bisa berqurban tahun ini... itupun anggarannya up until the last moment...
sutanbatuah wrote on Jan 1, '07
kalau kambing tidak bisa patungan, ini kejadian lucu disekolah-sekolah, mewajibkan anak didiknya untuk ikut nyumbang dalam rangka berqurban, pertanyaannya: atas nama siapa qurban itu jika didanai rame-rame begitu?


Insya Allah, Dia Maha Tahu
ucup33 wrote on Jan 4, '07
saya jadi ingat tahun kemarin saya hutang loh untuk kurban :), ada yang bilang maksain ada yang bilang bagus, semua tidak masalah asal kalo buat saya, saya tetap bisa berkurban
Add a Comment
   

Premium Account

Pendaftaran Sekolah-Menulis Online, Kini Bisa Setiap Hari, 24 Jam Nonstop. Langsung Belajar Setelah Mendaftar. Klik DI SINI >>


Kursus GRATIS "Pintar Menulis dalam 9 Minggu"
baruBerminat? Daftarkan diri Anda dengan cara mengisi formulir di bawah ini.
100 % GRATIS!
Nama
Panggilan:
Email:
Kota:
Negara:
Telepon:
Pekerjaan:
Powered by Sekolah-Menulis Online


Karya Jonru

Pemenang Pemilu 2009
Sekolah Online

Jonru
Konsultasi Penulisan
GRATIS bersama Jonru >>
free web stats
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help