Note: Sinopsis buku ini bisa dibaca
di sini.
Menerbitkan buku adalah keinginan saya sejak tahun
1990-an, tapi belum pernah tercapai. Terlebih, sejak 1996 saya
benar-benar vakum dari dunia penulisan fiksi.
Di awal 2004, saya mulai aktif di
Forum Lingkar Pena (FLP). Interaksi
dengan rekan-rekan penulis di lembaga ini membuat semangat saya kembali
muncul. Saya mencoba membongkar arsip karya saya, baik yang tersimpan
di lemari dalam bentuk printout maupun yang berupa file di komputer.
Saya benar-benar takjub ketika menyadari bahwa begitu banyak naskah
cerpen saya yang berpeluang untuk diterbitkan menjadi buku. Jadi,
kenapa tidak dicoba?
Maka proses pun saya mulai; mengumpulkan naskah, menyeleksi, merevisi
bagian-bagian yang sudah tidak aktual dan tidak Islami (karena saya
ingin menghasilkan karya-karya fiksi yang Islami), lalu saya tawarkan
ke penerbit. Alhamdulillah, kabar baik datang dari Lingkar Pena
Publishing. Singkat cerita, akhirnya saya dapat mewujudkan keinginan
yang dulu belum tercapai.
Dari sepuluh cerita pendek (cerpen) yang terangkum pada antologi ini,
sebagian di antaranya merupakan karya saya yang pernah dimuat di dua
majalah remaja yang kini sudah almarhum.
Cowok di Seberang Jendela,
Kiat Istimewa, dan
Momen Maaf, dimuat di
Anita Cemerlang. Sementara
Namaku Pratiwi dan
Nuansa Baru dimuat di
Ceria Remaja.
Cerpen-cerpen lainnya, yakni
Cerita Tentang Kamu,
Bu Direktris, dan
Sepenggal Harapan, adalah karya-karya lama yang belum pernah dimuat di
media manapun, dan kini saya revisi ulang. Sedangkan
Menjemput Impian
dan
Andika Sahabatku merupakan dua karya terbaru saya.
Ada catatan kecil sehubungan dengan dua cerpen pada antologi ini.
Pertama,
Momen Maaf – yang oleh Anita Cemerlang diubah judulnya menjadi
Rani dan Permintaannya – mengalami masalah dalam pemuatannya.
Kalimat-kalimat asli yang berbunyi
“Ketika SMP, aku pernah hidup
sebagai gadis penunggu perempatan lampu merah di malam hari dan sering
jalan dengan pria hidung belang. Kalian tahu kan, apa yang aku maksud?"
diubah secara sepihak menjadi
“Ketika SMP, aku pernah diperkosa….”
Editing yang serampangan ini menyebabkan isi cerita menjadi berantakan.
Saya sudah protes pada redaksi Anita Cemerlang, tapi tidak ada
tanggapan. Kini saya mencoba mempublikasikan kembali cerpen ini dengan
mempertahankan bagian asli yang diedit tersebut.
Kedua, Anda mungkin heran karena ada kemiripan cerita antara
Nuansa
Baru dan
Menjemput Impian. Memang, kedua cerpen ini saya tulis
berdasarkan ide yang sama, yakni kisah nyata dua orang teman SMA saya
yang sangat akrab seperti layaknya orang pacaran. Suatu ketika hubungan
mereka jadi renggang karena tiba-tiba teman yang perempuan berubah jadi
muslimah berjilbab. Bagi saya, ini merupakan peristiwa yang sangat
unik, karena terjadi di tahun 1990, ketika jumlah wanita berjilbab di
Indonesia masih dapat dihitung dengan jari (waktu itu mereka sering
diledek dengan istilah “ninja”).
Nuansa Baru saya tulis pada tahun
1994, sementara
Menjemput Impian selesai saya garap pada akhir bulan
Juli 2004, sepuluh tahun kemudian.
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih untuk semua pihak, khususnya
keluarga saya dan rekan-rekan di Lingkar Pena Publishing yang telah
memberikan dukungan moril yang amat berharga. Semoga cerita-cerita pada
antologi ini dapat memberikan hikmah yang bermanfaat bagi pembaca.
Judul Buku: Cowok di Seberang Jendela
Penulis: Jonru
Penerbit: Lingkar Pena Publishing House, Mei 2005