Blog Entry[Cerpen] Sebuah Kota Bernama SepiFeb 24, '06 4:27 AM
for everyone
Cuplikan 1:

Lu tinggal di sebuah gubug kecil di daerah paling kumuh dan terlupakan di kota itu. Sebuah sungai kecil mengalir di depan gubugnya, berwarna coklat, alirannya lambat karena dipenuhi sampah, tapi ibu-ibu tetap nekat mencuci pakaian di sana. Lu mencoba berakrab-akrab dengan para tetangganya yang sesungguhnya bernasib tak jauh beda dengannya. Tapi mereka sibuk memarahi anak-anak yang nakal dan berkeliaran seperti hewan liar di hutan, mengomel soal mahalnya harga beras, atau melewatkan hari-hari yang membosankan dengan bermain catur di pos kamling. Lu merasakan kesendirian yang tiada tara, sebuah kesepian yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

Cuplikan 2:

Di ruang berjeruji yang amat sempit itu, yang tak jah beda dengan ruang sebelumnya yang pernah ia tempati, Lu berkenalan dengan seorang pria berbaju koko dan berjenggot panjang. Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai teroris.

"Teroris?” mata Lu melotot. "Apa kamu suka meledakkan gedung bertingkat?”

"Tidak,” jawab pria itu dengan tenang.

"Lalu kenapa kamu dituduh teroris?”

"Saya teroris karena saya berbaju koko, memelihara jenggot dan pakai kopiah ke mana-mana. Saya teroris karena memang ada yang menghendaki saya jadi teroris.”

"Oh, berarti kamu bukan teroris beneran?”

"Ya tergantung.”

"Kok tergantung?”

"Iya. Bagi orang yang menghendaki saya jadi teroris, saya adalah teror yang amat menakutkan. Mungkin kalau mereka tidak menyebut saya teroris, mereka akan mendapatkan teror yang jauh lebih besar dari kekuatan yang juga lebih besar.”

===================

Alhamdulillah,
Mungkin ini adalah salah satu saat paling berbahagia dalam hidup saya. Sebuah cerpen saya dimuat dalam antologi cerpen Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Insya Allah, peluncuran buku ini akan diadakan pada hari Ahad, 26 Februari 2006, di Rumah Cahaya, Depok, jam 13.00 WIB.

Cerpen "Sebuah Kota Bernama Sepi" ini adalah satu dari sedikit cerpen saya yang (semoga) bernuansa sastra serius. idenya sebenarnya berasal dari pengalaman pribadi saya ketika tinggal di Bandung sebagai seorang pengangguran. Saya merasa amat kesepian, padahal saya berada di sebuah kota yang ramai.

Lantas, cerpen ini pun saya tulis. Selama beberapa tahun, penulisannya mandeg karena saya bingung bagaimana harus membuat endingnya. Saya berulangkali memikirkan ending yang pas, tapi tak ketemu juga selama bertahun-tahun.

Akhirnya... sekitar setahun lalu, ketika saya sedang lari pagi sebelum berangkat ke kantor (di depan rumah mertua), tiba-tiba ide itu muncul! Teroris! Ya, saya pikir cukup unik juga jika masalah ini saya hubungkan dengan sosok seorang manusia yang dituduh sebagai teroris.

Maka jadilah cerpen ini. Alhamdulillah, saya bersyukur. Cerpen ini akhirnya selesai, walau proses penulisannya sangat lama.

* * *

Buku Antologi DKJ ini diberi judul "Kupu-kupu dan Tambuli". Dicetak sangat terbatas, dan penulisnya tidak mendapat honor. Tapi saya merasa bahagia sekali, karena berkesempatan menulis cerpen untuk antologi DKJ merupakan sesuatu yang sangat bergengsi.

Alhamdulillah....
Moga-moga teman-teman nanti bisa mendapatkan buku ini, ya. Entah bagaimana caranya, soalnya buku ini dicetak sangat terbatas.

Wassalam

Jonru

tianarief wrote on Feb 24, '06
selamat, mas jonru. mudah-mudahan jadi cerpen yang mencerahkan. :)
srisariningdiyah wrote on Feb 24, '06
wahhhh selamat mas Jonru....
sempet dapet gak ya bukunya...
murazza wrote on Feb 24, '06
Mas Jonru, kami yanag diperantauan ini kan jauh dari peradaban :) Toko yang menjual buku berbahasa Indonesia, apalagi yang dari FLP, tidak ada. Mungkinkah ada edisi e-book dari Novel dan Buku dari penulis tenar, misalnya Mas Jonru :)
indahlestari wrote on Feb 26, '06
hebat euy....ikutan DKJ. Kenapa atuh kok terbatas?apa karena ada event tertentu aja ya?
jonru wrote on Feb 28, '06
Teman-teman, buku ini adalah proyek sosial dari DKJ, dan tidak dijual kepada umum. Dicetak sangat terbatas.
Kita dari FLP akan berusaha agar buku ini nantinya dapat diterbitkan ulang dan bisa dijual kepada umum
Tapi belum tahu kapan, hehehehe... :)
amilia25 wrote on Apr 26, '07
Buku cetakan terbatas.... wuihhhhh pastinya antri n susah carinya....

Terus berkarya :)
Add a Comment
   

Premium Account

Pendaftaran Sekolah-Menulis Online, Kini Bisa Setiap Hari, 24 Jam Nonstop. Langsung Belajar Setelah Mendaftar. Klik DI SINI >>


Kursus GRATIS "Pintar Menulis dalam 9 Minggu"
baruBerminat? Daftarkan diri Anda dengan cara mengisi formulir di bawah ini.
100 % GRATIS!
Nama
Panggilan:
Email:
Kota:
Negara:
Telepon:
Pekerjaan:
Powered by Sekolah-Menulis Online


Karya Jonru

Pemenang Pemilu 2009
Sekolah Online

Jonru
Konsultasi Penulisan
GRATIS bersama Jonru >>
free web stats
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help