Setiap blogger bebas mengisi blognya dengan apa saja. Ya, benar. Ini
memang rumus paling dasar dalam aktivitas blogging. Namun materi apapun
yang dimasukkan pada sebuah blog, hampir dapat dipastikan bahwa
formatnya sama: TULISAN*). Karena itulah, setiap blogger - siapapun dia
- layak disebut sebagai penulis. Sebab minimal, dia hobi menulis.
Karena itulah, seorang manusia yang telah memutuskan untuk menjadi
penulis secara serius, seharusnya menjadi orang yang paling rajin
nge-blog (tapi ini tentu tidak berlaku bagi penulis yang belum mengenal
internet, atau punya berbagai kendala sehingga tak ada kesempatan untuk
bergaul dengan dunia maya).
Ada begitu banyak keuntungan yang dapat diraih seorang penulis dari aktivitas blogging, seperti:
1. Mendapat masukan yang amat berharga dari para pembaca. Mereka
mengomentari tulisan kita, mengkritik, menyampaikan informasi baru dari
sudut pandang yang berbeda, dan sebagainya. Secara perlahan, ini akan
menjadi pelajaran yang amat berharga untuk meningkatkan kemampuan dan
kualitas tulisan-tulisan kita.
2. Menguji kualitas tulisan-tulisan kita. Coba posting sebuah tulisan
di blog kamu. Kalau banyak orang yang menyukainya, maka kamu adalah
penulis yang berbakat. Jika tak ada yang suka, berarti kamu harus
belajar lebih giat lagi untuk membuat tulisan yang menarik. Intinya,
aktivitas blogging bisa menjadi sarana yang sangat jitu untuk
mengevaluasi kualitas dan kemampuan kita.
3. Berdialog secara akrab dan langsung dengan para pembaca.
4. Terbebas dari editing, birokrasi penerbit/media, dan seterusnya.
Pada blog, kitalah yang menjadi raja. Tak ada editor yang mengedit
tulisan kita, selain kita sendiri. Tak perlu menunggu tulisan kita
dimuat di media massa, karena kita sendirilah yang menentukan kapan
tulisan kita akan di-online-kan. Demikian seterusnya. Kita jadi lebih
bebas berkreasi dan tak perlu dibebani oleh aturan apapun.
5. Ajang promosi diri. Walau tak pernah beriklan, tulisan-tulisan yang
dimuat di blog kita merupakan portofolio tersendiri, menjadi iklan bagi
kemampuan penulisan kita. Jadi bagi penulis yang rajin mencari peluang
atau proyek-proyek baru, ini adalah kesempatan yang amat berharga.
Atau tanpa dicari pun, kesempatan itu terkadang datang sendiri, karena
ada orang yang tertarik pada tulisan-tulisan kita, lalu menawarkan
proyek tertentu (alhamdulillah, barub-baru ini saya mengalaminya).
6. Siapa tahu, tulisan-tulisan di blog kamu bisa diterbitkan menjadi buku. Sudah banyak penulis yang sukses dengan cara ini.
7. Dan masih banyak keuntungan lain yang akan kita rasakan.
* * *
Jadi, bagi kamu yang telah memutuskan untuk menjadi seorang penulis,
dan memiliki kesempatan yang cukup banyak untuk berinternet ria, saya
kira tak ada alasan lagi untuk tidak nge-blog. Segeralah bikin blog,
dan tunggulah pengalaman-pengalaman menyenangkan yang akan
menghampirimu.
Sedangkan bagi kamu yang sudah nge-blog, tapi belum dioptimalkan untuk
mengembangkan karir kepenulisan, yuk lebih serius lagi. Semoga kita
bisa lebih sukses nantinya.
Wassalam
Jonru
Keterangan: *) Memang ada materi lain seperti foto dan sebagainya. Tapi tulisan adalah format yang paling umum.
Bang Jonru, mau tanya nih. Gimana caranya ajak teman-teman agar rajin ngeblog? meski ngga di net tapi dibuku. Sudah berulang kali saya coba, mereka kok pada kurang semangt yah? lama-lama rada gregetan. Kendala mereka sih umum, kalau nge-blog di net butuh duit. Lalu kusaranin nge-blog dibuku alias diary, tapi tetep aja kurang semangat. Dari sini, kusimpulkan kalau penulis hatta ikut seribu kali pelatihan menulis, tapi kalau males nge-blog offline, ngga bisa disebut penulis.
mungkin Bang Jonru punya pengalaman begini juga? *share* Syukran
Bang Jonru, mau tanya nih. Gimana caranya ajak teman-teman agar rajin ngeblog? meski ngga di net tapi dibuku. Sudah berulang kali saya coba, mereka kok pada kurang semangt yah? lama-lama rada gregetan. Kendala mereka sih umum, kalau nge-blog di net butuh duit. Lalu kusaranin nge-blog dibuku alias diary, tapi tetep aja kurang semangat. Dari sini, kusimpulkan kalau penulis hatta ikut seribu kali pelatihan menulis, tapi kalau males nge-blog offline, ngga bisa disebut penulis.
mungkin Bang Jonru punya pengalaman begini juga? *share* Syukran
mbak aida vyasa... coba si teman itu diberi motivasi sbb:
- menulis di buku harian (blog offline) adalah latihan menulis yang nyata dan sangat efektif
- apa yang kita tulis di buku harian bisa menjadi sumber inspirasi yang sangat berharga. Sepuluh tahun lagi, kita mungkin sudah lupa pada hal2 yang kita lakukan hari ini. Tapi kalau kita tulis di diary, itu akan menjadi prasasti yang abadi. Dan ketika kita membacanya sepuluh tahun lagi, kita akan terkejut dan berkata, "Wah, ternyata saya dulu pernah segila ini, ya? Menarik juga kalau diangkat jadi cerpen."
iya Alhamdulillah sejak ngeblog saya malah lebih rajin nulis dan...memang InsyaAllah kalo udah rezeki... ada aja yang ngelirik, ngajak nulis, penerbit minta buku, tulisannya dimuat dimedia daerah, Alhamdulillah
Aku pengen banget nge-blog terus tapi kalo gak inget isi kantong bisa jebol deh. Iya sih dengan nge-blog kita akan ketagihan nulis. Aku juga jadi menyeleksi apa yang harus kuceritain dan yang gak boleh diceritain. Gak semuanya harus dikasih tau khan...