Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryFeb 3, '06 10:43 PM
for everyone
Salah satu "provokasi" yang menyentakkan saya dari buku Meng-install Nyali adalah BERANI MENGUBAH CITA-CITA. Ya, kita harus berani untuk urusan yang satu ini. Mungkin selama ini kita terlalu ngotot untuk mencapai tujuan tertentu. Padahal kalau kita berani merevisi bahkan mengubah tujuan-tujuan kita selama ini, siapa tahu kesuksesan yang lebih besar akan kita raih.

Aa Gym, menurut buku ini, diceritakan sebagai orang yang berulang kali mengubah cita-citanya. Dan terbukti, beliau kini sukses menjadi dai dan pebisnis sekaligus.

Saya pun, sudah beberapa kali mengubah cita-cita.

Yang pertama adalah setelah lulus kuliah. Saya terlalu cinta pada Semarang, sehingga tak mau meninggalkan kota tersebut. Saya pun mendapatkan pekerjaan di sana. Sebagai tenaga layouter pada sebuah percetakan (milik teman), dan digaji Rp 175.000 perbulan. Duh, sangat sedikit bukan? Selain itu, si pemilik percetakan pun mengerjai saya. Ia berbuat curang. Semula saya dijanjikan sebagai salah seorang pemodal. Tapi ternyata hanya diperlakukan sebagai karyawan biasa. Duh, sakitnya hati ini, hihihihi...

Maka, saya pun mengubah cita-cita. Saya memutuskan untuk meninggalkan Semarang. Saya kembali ke Bandung, tinggal di rumah kakak sambil mencari pekerjaan. Berbagai perusahaan di Bandung saya jajaki, tapi tak ada yang berhasil. Waktu itu, saya masih alergi untuk tinggal di Jakarta. Saya merasa bahwa Jakarta bukan kota yang cocok bagi saya.

Tap kemudian, saya diterima pada sebuah perusahaan di Jakarta. Semula saya ragu. Diambil atau tidak, ya? Tapi karena saya sudah sangat kepepet, belum mendapat pekerjaan juga padahal sudah nganggur selama dua tahun, akhirnya kesempatan itu saya raih.

Dan inilah untuk kedua kalinya saya mengubah cita-cita. Saya yang semula alergi terhadap Jakarta, kini tinggal di sana. Bahkan betah dan akhirnya settle down. Saya merasa banyak kesuksesan yang diraih justru dari kota metropolitan ini.

Dan yang ketiga, terjadi tahun 2004 lalu.
Sejak 1996 hingga 2004, saya boleh dibilang vakum di bidang penulisan. Saya "terpesona" oleh teknologi informasi, dan memutuskan untuk bergelut di sana saja. Tapi di awal tahun 2004 itu, sebuah kesadaran menyentakkan saya. Saya melihat begitu banyak teman saya yang sukses jadi penulis. SAYA IRI. Seharusnya saya bisa lebih sukses dari mereka. Sebab saya telah merintis karir di dunui penulisan sejak tahun 1990. Tapi dengan santainya saya meninggalkannya sejak 1996 lalu. Saya benar-benar merugi selama ini!

Maka, pada April 2004, saya banting stir. Saya mengurangi aktivitas di dunia teknologi informasi. Saya bergelut kembali di dunia penulisan. Saya aktif di sejumlah komunitas penulisan, terutama Forum Lingkar Pena.

Dan hasilnya: Dalam hitungan kurang dari setahun, dua buku saya telah terbit.

Alhamdulillah.

Sudah tiga kali saya mengubah cita-cita. Dan alhamdulillah, semuanya berakkir dengan kesuksesan.

Kini, "banting stir" yang sedang saya jalani masih di dunia penulisan. Sebelumnya, saya sangat ngotot untuk menjadi penulis fiksi. Tapi pengalaman membuktikan, ternyata saya lebih produktif di bidang nonfiksi. Maka, sejak akhir tahun 2005 lalu, saya mencoba lebih berkonsentrasi di penulisan nonfiksi. Tapi bukan berarti fiksi saya tinggalkan. Tetap saya geluti, tapi tidak lagi se-ngotot dulu.

Saya berharap, semoga perubahan cita-cita untuk keempat kalinya ini dapat kembali membawa sukses. Amiin....

* * *

Jadi, kalau kamu merasa hidupmu hari ini biasa-biasa saja, kenapa tidak coba banting stir, mengubah cita-cita? Siapa tahu berhasil.

Selamat mencoba!

21 CommentsChronological   Reverse   Threaded
gilanksmansa wrote on Feb 3, '06
Merubah cita-cita? ehm...kalo cita2 awal mau jadi dokter enaknya diganti ap ya? *garuk2 kepala diikuti hujan ketombe*
jonru wrote on Feb 3, '06, edited on Feb 3, '06
kalo cita2 awal mau jadi dokter enaknya diganti ap ya?
kalo masih sma sih, mending ikut tes bakat aja
biar gak salah jurusan nantinya
kayak saya nih:
ketika sma, suka banget sama akuntansi
maka saya kuliah di jurusan akuntansi
tapi setelah masuk ke situ.... eh... ternyata bosan

jadi, jangan terpaku pada minat saat ini
siapa tahu itu cuma minat kambuhan
mending ikut tes bakat aja, biar lebih afdol.
gilanksmansa wrote on Feb 3, '06
kalo minatnya selain jadi dokter...jadi penyanyi...ikut Indonesian Idol aja kalee yah? oia, dah baca jurnal baruku belom?
Comment deleted at the request of the author.
ekape wrote on Feb 3, '06
kalo cita2 awal mau jadi dokter enaknya diganti ap ya?
juru masak kali yah...?Makanan juga bisa ngobatin orang lhoo...at least dg pola makan yg baik,bs sehat de...*korban jang geum nich :D*
gilanksmansa wrote on Feb 4, '06
suka jang geum juga?
tianarief wrote on Feb 4, '06
kalo gitu, aku mau mengubah cita-cita jadi penguasa, ups... pengusaha. hehehe. :P
surya23 wrote on Feb 4, '06
aku mau mengubah cita-cita jadi penguasa
Bukannya sudah, mas Tian?
Penguasa Rumah Tangga?? :-P
hady82 wrote on Feb 4, '06
jonru said
kalo masih sma sih, mending ikut tes bakat aja
biar gak salah jurusan nantinya
Sebenarnya bukan cuman bakat yg perlu diperhatikan.Kayak sy nih, pas SMA lebih seneng IPA, tes juga disarankan masuk IPA.Ya udah,masuk deh. AKhirnya kuliah pun tetep di IPA.Tapi,sy sebenarnya lebih seneng belajar sosial. Makanya, kalo disuruh milh kerjaan, sy lebih seneng tidak berhubungan lagi dengan namanya engineering Mboh lah,kadang bingung....
dyru wrote on Feb 4, '06
jonru said
Jadi, kalau kamu merasa hidupmu hari ini biasa-biasa saja, kenapa tidak coba banting stir, mengubah cita-cita? Siapa tahu berhasil.
iya juga ya.. *mikir banting stir kemana ya?
sophie4519 wrote on Feb 4, '06
dulu sophie mau jadi dokter, untuk mengobati kegagalan gabung di MLM "kesehatan"trus ketrima jadi A.Md teknik waktu tamat smu, eh ternyata malah doyan eventevent ( gabung di EO) saat kuliah, trus diajak bisnis jadi ketua urusan bazar dan danus ( dana dan usaha) dan sekarang hehehehe jadi Instruktur komputer ( hehehehehe lagi ) tapi kayaknya sofi bakal banting stir jadi pengusaha ( aminin donk :) ) buat kesejahteraan diri, keluarga dan umat tentunya. "SeMaNgAt"
ciput wrote on Feb 4, '06
Cita2ku semasa kecil sangat standar: pilot pesawat tempur!. Eh umur 13 tahun pakai kacamata minus, ya jelas gagal lah. Banting setir pingin jadi dokter, SMA masuk jurusan A2/Biologi, ikut sipenmaru malah milih Arsitektur dan akhirnya keterima di Ilmu Kelautan (nah lho!).

Akhirnya dijalanin, kuliah standar, lulus 5.5 th dan kerja sebagian besar di bidang konservasi laut dan pesisir. Kuliah S2 2 kali, pertama ambil biologi osenografi di Amrik, terus kedua ambil pengelolaan pesisir tropis di Inggris. Eh selesai, malah jadi marketing merangkap copywriter di LSM kecil milik saya & kawan yg bergerak di bidang informasi dan komunikasi lingkungan.

Pindah berapa kali tuh? Pesan moralnya sih: apapun cita-cita Anda, jalanin, tekunin, kalau tercapai alhamdulillah. Kalau tidak, tekunin apa yg ada di hadapan Anda.
dwiswandi wrote on Feb 4, '06
Jalanin apa yang sedang aku hadapin saat ini. Sambil tetap mengembangkan kemampuan diri pada beberapa bidang ilmu dan keterampilan.
Jadi kalo mau banting setir. Kita sudah punya gambaran, mau dibanting kemana?. Jangan asal banting tanpa persiapan ataupun pemikiran yang matang. Bisa2 malah nabrak pohon. Hehehehe...Luka dech.
brounie wrote on Feb 5, '06
jonru said
Mungkin selama ini kita terlalu ngotot untuk mencapai tujuan tertentu.
untungnya diriku bukanlah seorang yang idelais dan perfeksionis yang ngoto banget untuk suatu tujuan. jalani saja semuanya dengan serius, tetap beikhtiar dan berdoa.
vin4 wrote on Feb 6, '06
hmmmmmm mikir lagi.. abis kemaren sempet ada seorang temen yang sekarang niy menggeluti dunia penerbitan, nyuruh saya keluar kerja.. hmmm sampe saat ini kayaknya saya masih perlu meng-install nyali buat melakukan itu. kadang pilihan baru(cita2 baru) tu butuh energi lebih gede ya?!
rinurbad wrote on Feb 6, '06
Saya termasuk orang yang kerja dengan hati, jadi kalo bidang yang disukai dan ikhlas melakukannya insyaAllah enjoy dan hasilnya baik.
karena mudah berubah dan pembosan, saya pilih jadi freelancer. bisa mengeruk pengalaman sebanyak mungkin..ya nulis, ya nerjemahin, ya kerjaan lain sekalian mengukur kemampuan dan meningkatkan jaringan komunikasi..
satu hal yang pasti, apa pun yang pernah kita pelajari nggak akan pernah sia-sia. jadi nggak usah menyesal. dengan kata lain, setelah banting stir kemudian balik lagi ke jalur lama juga tak apa hehehe..
arvenda wrote on Feb 7, '06
klo cita2 'n minatnya banyak gimana? dan smua ingin dikerjain :D
suka ngajar, nulis juga, bisnis, editing pic, martial arts, pengen bikin usaha retail skala kecil, bikin skolah interaktif, suka motret n video shoot jg, dll dlsb.
akhirnya mandeg, fisik n psikis kecapean ngejar smua :D
jonru wrote on Feb 7, '06
arvenda said
akhirnya mandeg, fisik n psikis kecapean ngejar smua
saya juga cenderung sama dengan mas arvenda
kiat saya:
tentukan satu di antaranya sebagai profesi yang ditekuni secara serius dan mendalam
sisanya just hobby
beres kan?

moga sukses ya... :)
awabin wrote on Jun 22, '06
Wah hebat bisa banting setir saya sih belum berani untuk 100% banting stir. Mbok ya di kasih trik trik kalau ke penerbit ?
jonru wrote on Jun 22, '06
awabin said
Mbok ya di kasih trik trik kalau ke penerbit ?
coba ikutan seminar penerbitan buku, mas
klik di sini :)
iamanangel wrote on Jul 3, '06
aku udah mulai bingung nih...baru kelas 2 sma sihh, mikirin masa depan bakalan jadi orang sukses apa pengangguran....depresi...emang bisa dijamin gitu tes bakat..soalnya aku bener2 have no idea ttg bakat yg aku punya...yg jelas2 menentukan apa kerjaanku di hari esokk...help meee...!!
Add a Comment