Insya Allah awal bulan Mei 2005 nanti akan terbit buku kumpulan cerpen (kumcer) saya, berjudul Cowok di Seberang Jendela. Penerbitnya: Lingkar Pena Publishing House (LPPH). Yuk, kita intip isinya.
Ada 10 cerpen yang terangkum pada kumcer ini, yaitu:
1. Andika Sahabatku Ijinkanlah aku bercerita tentang
Andika, sahabatku yang baik hati namun aneh. Aku mengenalnya persis di
hari pertama kuliah, ketika aku sedang bangga-bangganya menjadi
mahasiswa baru.
(Cerpen ini adalah cuplikan dari Cinta Tak Terlerai, novel saya yang sudah terbit pada bulan Maret 2005).
2. Bu Direktris Maka demikianlah. Kantor kami
seketika berubah jadi pasar gosip. Nama Bu Devi hampir tiap detik
disebut-sebut sebagai pusat dari gosip itu. Dugaan demi dugaan pun
merebak. Ada yang bertanya-tanya, kenapa Bu Devi belum juga menikah.
Padahal ia kaya dan cantik. Ada pula yang mencoba memberikan berbagai
argumen mengenai kebiasaannya gonta-ganti pasangan.
3. Cerita Tentang Kamu Ucapan Mbang barusan benar-benar
membuat Novi jengkel berat. Gimana enggak. Dengan santainya Mbang
bilang gini ke dia, “Sebagai cerpenis, kamu perlu mengalami berbagai
masalah. Sebab dari masalah-masalah itu biasanya muncul ide-ide yang
tak terduga.”
4. Cowok di Seberang Jendela Tapi seketika ada pemandangan yang
membuat gerakan tangannya terhenti. Dibukanya kembali jendela itu
lebar-lebar. Sekitar sepuluh meter agak di depan, terdapat sebuah rumah
yang cukup besar, dan berada pada ketinggian sebuah jalan menanjak.
Walau tidak bertingkat, sebuah jendela di sisi rumah itu letaknya
nyaris sejajar dengan jendela kamar Gita. Dan seraut wajah bermata
teduh hadir di sisi jendela itu. Gita terpana melihat ketampanan wajah itu.
5. Kiat Istimewa
Kamu barusan putus cinta dan ingin tahu gimana cara melupakan mantan pacar kamu? Baca deh, cerpen yang keren ini.
6. Menjemput Impian Kini, Bang telah menginjakkan kaki di
Yogya. Ia turun dari gerbong kereta dengan harapan dan berjuta impian
yang tersimpan di kepalanya. Disusurinya jalan dari stasiun ke arah
Malioboro. Sambil menapaki trotorar, Bang membayangkan pertemuan yang
amat romantis dengan Yun. Begitu ketemu, ia akan memeluk gadis itu,
menggenggam tangannya, dan memberikan setangkai bunga mawar yang telah
ia persiapkan. Ia akan mengajak Yun makan malam di warung lesehan
Malioboro. Ditemani alunan gitar pengamen jalanan, ia akan menatap
wajah Yun, lalu berkata, "Yun, aku mencintai kamu sejak dulu hingga
sekarang. Kamu mau kan, kita melanjutkan hubungan yang sempat terputus?"
7. Momen Maaf Dalam seminggu ini, seluruh penghuni
kos dibuat bingung oleh ulah Rani. Gadis cantik yang baik hati itu
mendatangi mereka satu persatu, dan bertanya dengan gaya seorang
wartawan kawakan. “Gimana cara minta maaf yang baik?"
8. Namaku Pratiwi Bila suatu hari kamu datang ke
sekolahku, jangan bertanya tentang diriku. Akan percuma saja, sebab tak
banyak yang kenal denganku. Aku bukan sesosok makhluk yang istimewa.
Namaku Pratiwi. Sebagai seorang gadis, aku tidak bisa dikatakan cantik,
apalagi manis. Kulitku hitam, hidungku pesek, mataku bulat besar
seperti bola kasti, telingaku lebar, dan rambutku terurai hingga
pundak, sama sekali tidak menarik.
9. Nuansa Baru Dugaan Riki ternyata keliru. Keesokan
harinya di sekolah, Vita sama sekali tidak menunjukkan tampang orang
lagi emosi. Ketika berpapasan dengan Riki di koridor, cewek yang
biasanya centil itu cuma tersenyum tipis dan menyapa Riki dengan “Hai.” Riki jadi linglung. Kok bisa-bisanya
Vita bertingkah di luar kebiasaan gitu? Padahal kemarin, jelas sekali
dia dan Novia berjalan di depan Vita. Riki masih ingat, Vita
memalingkan wajah ketika ia dan Novia lewat.
10. Sepenggal Kenangan
Kalau kamu bertemu mantan pacar kamu, padahal kamu sudah dilamar pria lain, apa yang akan terjadi?
ini kumpulan cerpen Jonru semua atau dari beberapa penulis Lingkar Pena? saya salut lho pada kalian yg bisa nulis Fiksi, imajinasinya itu lho yg susah buat saya. Kalau saya nulis yg nyata aja, miskin imajinasi ya saya? ajarin dong gimana cara nulis fiksi....
Ini kumpulan cerpen saya semua, bu... lima (kalo gak salah) di antaranya sudah pernah dimuat (pada jaman dahulu kala) di majalah anita cemerlang dan ceria remaja. Tapi semuanya sudah direvisi jadi cerita islami.
Kalau mau nulis fiksi, yang penting sering2 latihan aja bu, plus kembangkan imajinasi. atau ikutan FLP aja. Di FLP gak ada batasan usia kok. Bahkan ada yang namanya AKI, asal bekasi. Dia sastrawan angkatan 20-an, tapi masih semangat buat gabung di FLP.
Menarik. Selamat Bang Jonru. Saya coba cari dan baca bukunya. Sekalian mau belajar-belajar nulis. Tapi,... judulnya koq mirip dengan buku Toto Chan ya? "Gadis Kecil di Pintu Jendela"
Assalamualaikum Wr, Wb, wah akh Jonru selamat ya atas telah terbit bukunya, aku baru tau loh ternyata teman satu jalan ku ini punya prestasi yang luar biasa... semoga tambah sukses yah... Wassalamu a'laikum Gandhi Pamungkas
assalamualaikum,selamat bang,satu perjuangan yang luar biasa"salut",tulisannya enak dibaca n ga ngebosenin,ajarin nulis bang sapa tau aku bisa juga jadi penulis(bukan maksud nyaingin hehehehe),tapiemang penngen jadi penulis beneran,oke bang?sekali lagi selamat wassalamu a'laikum
Jakarta, Walau wanita menangis tersedu-sedu sedangkan pria hanya diam, bukan berarti kaum adam ini kuat menghadapi putus cinta. Malah menurut sebuah penelitian, pria selalu lebih cengeng ketimbang wanita.
Beberapa penelitian membuktikan tingkat depresi, stress, dan kecemasan pria lebih parah ketimbang wanita pasca putus cinta. Dilansir yahoo, Jumat (20/4/2007), hal ini kemungkinan disebabkan karena karakteristik sifat pria. Simak penjelasannya:
1. Pria Kerap Menutupi Sakit Hatinya
Hey, masa seorang pria nangis. Mungkin begitulah yang terlintas di benak pria. Pelampiasannya paling pergi bersama beberapa teman pria dan berakhir mabuk-mabukan. Intinya, pria kadang enggan menunjukkan perasaan sedihnya ketika putus dengan sang kekasih. Ia merasa harus selalu tampak tegar.
Sedangkan wanita kebanyakan langsung menangis atau curhat pada sahabat begitu cintanya diputus. Begitu juga ketika memutuskan cinta, wanita biasanya berbicara apa adanya dan langsung mengeluarkan apa isi hatinya. Intinya, wanita berani menghadapi rasa sedihnya sedangkan pria banyak menahan reaksi atau perasaannya. Alhasil, semuanya menumpuk dan sulit dibuang.
2. Pria Tidak Punya Banyak Teman
Begitu mengalami patah hati, hampir seluruh wanita langsung mengungkapkan isi hati atau bercerita kepada teman terdekatnya. Teman tersebut bisa saja ibu, sahabat, tetangga, teman kantor, atau bahkan supir taksi yang dinaikinya setelah meninggalkan sang pacar. Penelitian membuktikan pria kerap menggantungkan kedekatan emosionalnya pada sang pacar. Sedangkan wanita punya sejuta tempat selain sang kekasih.
Pria lebih sering memendam perasaannya dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri kalau ia baik-baik saja. Setidaknya baru enam bulan kemudian pria tersebut menyadari dan berani mengungkapkan pada teman-teman dekatnya kalau ia ingin kembali pada sang kekasih.
3.Pria Benci Awal yang Baru
Begitu putus, pria umumnya merasakan sedikit kegembiran. Bisa berkencan dan menggoda banyak wanita. Berburu kekasih baru dan lain-lain. Tapi setelah kencan pertama, kedua, dan ketiga, akhirnya rasa jenuh pun melanda. Ia pun menyadari masih panjang jalannya untuk menemukan kenyamanan yang sama seperti pada kekasihnya dulu.
Menurut penelitian, secara mental umumnya wanita lebih siap menghadapi putus cinta sedangkan pria jarang berpikir hubungan akan berakhir. Dan umumnya, pria baru menyadari betapa berharga mantan kekasihnya dan betapa ia kehilangan dirinya setelah berbulan-bulan putus cinta. Hasilnya, sang wanita sudah jauh memulihkan diri dan semuanya sudah terlambat.
4. Pria Berpatok Pada Khayalan
Putus cinta juga kerap disebabkan karena pria merasa bosan dengan kekasihnya, kencan yang sama, pertengkaran yang sama, dan hal-hal lain yang lama-lama membuatnya jenuh. Begitu putus, ia berpikir akan langsung bertemu dan berkencan dengan banyak wanita. Walau mimpi tersebut benar-benar terjadi diam-diam ia merasa kehilangan keintiman dan kenyamanan yang sebelumnya ia dapat dari sang mantan pacar.
Penelitian membuktikan, wanita umumnya lebih cepat menyadari kalau fondasi dari hubungan yang awet adalah keintiman. Sedangkan pria umumnya lebih memikirkan seks sehingga akhirnya mereka salah orientasi.(Detikhot.com, ta/fta)