Blog EntryJurnalistik untuk Media OnlineJan 8, '06 10:32 PM
for everyone
Media online adalah media massa yang dapat kita temukan di internet. Sebagai media massa, media online juga menggunakan kaidah-kaidah jurnalistik dalam sistem kerja mereka. Tapi apakah ada bedanya dengan media massa konvensional?

Sebetulnya, tak ada perbedaan yang terlalu signifikan. Perbedaan yang paling mencolok adalah mediumnya. Yang satu virtual, satunya lagi tercetak. Karena itu, SECARA TEKNIS ada hal-hal tertentu yang – mau tidak mau – membuat mereka berbeda.

Agar lebih mudah dipahami, berikut saya menempatkan perbedaan-perbedaan tersebut di dalam sebuah tabel.

Tabel
Perbedaan Teknis Media Cetak dengan Media Online

Unsur Media Cetak Media Online
Pembatasan panjang naskah
Biasanya panjang naskah telah dibatasi, misalnya 5 – 7 halaman kuarto diketik 2 spasi. Tidak ada pembatasan panjang naskah, karena halaman web bisa menampung naskah yang sepanjang apapun. Namun demi alasan kecepatan akses, keindahan desain dan alasan-alasan teknis lainnya, perlu dihindarkan penulisan naskah yang terlalu panjang.
Prosedur naskah Naskah biasanya harus di-ACC oleh redaksi sebelum dimuat. Sama saja. Namun ada sejumlah media yang memperbolehkan wartawan di lapangan yang telah dipercaya untuk meng-upload sendiri tulisan-tulisan mereka.
Editing Kalau sudah naik cetak (atau sudah di-film-kan pada proses percetakan), tak bisa diedit lagi. Walaupun sudah online, masih bisa diedit dengan leluasa. Tapi biasanya, editing hanya mencakup masalah-masalah teknis, seperti merevisi salah ketik, dan seterusnya.
Tugas desainer atau layouter Tiap edisi, desainer atau layouter harus tetap bekerja untuk menyelesaikan desain pada edisi tersebut. Desainer dan programmer cukup bekerja sekali saja, yakni di awal pembuatan situs web. Selanjutnya, tugas mereka hanya pada masalah-masalah maintenance atau ketika perusahaan memutuskan untuk mengubah desain dan sebagainya. Setiap kali redaksi meng-upload naskah, naskah itu akan langsung “masuk” ke desain secara otomatis.
Jadwal terbit Berkala (harian, mingguan, bulanan, dua mingguan, dan sebagainya). Kapan saja bisa, tidak ada jadwal khusus, kecuali untuk jenis-jenis tulisan/rubrik tertentu.
Distribusi
Walau sudah selesai dicetak, media tersebut belum bisa langsung dibaca oleh khalayak ramai sebelum melalui proses distribusi.
Begitu di-upload, setiap berita dapat langsung dibaca oleh semua orang di seluruh dunia yang memiliki akses internet.

Dari tabel di atas, Anda dapat melihat dengan jelas bahwa sebagian besar perbedaan jurnalistik media cetak dengan media online hanyalah pada masalah-masalah teknis.

Dari segi sifatnya, ada satu kemiripan antara media online dengan media elektronik seperti radio dan televisi. Mereka selalu dituntut untuk menyajikan berita yang paling up to date secepat mungkin. Mereka juga biasanya tidak perlu menunggu hingga seluruh data terkumpul. Begitu ada data, walau hanya sedikit, mereka langsung melaporkannya. Jika ada perkembangan baru mengenai peristiwa tersebut, mereka melaporkannya lagi. Demikian seterusnya. Karena itu, aturan penulisan di dalam media online cenderung lebih bebas, tidak terlalu terpaku pada kaidah-kaidah bahasa dan jurnalistik yang berlaku umum.

Teknik Penulisan
Umumnya orang ingin membaca berita-berita di internet secara cepat. Selain karena malas lama-lama “memelototi” layar monitor, mereka juga diburu-buru oleh mahalnya pulsa internet. Karena itu, gaya bahasa pada media online pun hendaknya disesuaikan dengan hal ini. Harus ringkat, padat, dan menarik.

Biasanya pada halaman pertama sebuah media online terdapat tampilan berita-berita terbaru yang terdiri dari judul dan lead. Umumnya, lead ini adalah alinea pertama dari artikel berita tersebut, walau tidak mesti demikian. Yang harus diperhatikan: buatlah lead yang semenarik mungkin agar netter tergoda untuk mengklik berita tersebut (atau membaca artikel penuhnya). Jika alinea pertama tidak menarik untuk dijadikan lead, carilah bagian-bagian lain yang lebih menarik. Atau buat saja lead khusus yang berbeda. Ini sah-sah saja, yang penting isinya masih sejalan dengan full article.

Yang Harus Dikuasai oleh Jurnalis Media Online

Selain menguasai – tentu saja – ilmu jurnalistik, seorang jurnalis media online hendaknya juga menguasai dasar-dasar HTML. Tidak harus terlalu mendalam, cukup yang umum-umum saja. Minimal, mereka harus mengetahui bagaimana cara membuat huruf tebal, huruf miring, menempatkan gambar di dalam naskah, membuat hyperlink, dan beberapa pengetahuan HTML mendasar lainnya. Ini akan sangat membantu mereka dalam pembuatan tulisan yang sesuai dengan sifat-sifat halaman web yang jauh berbeda dengan halaman media cetak. Tutorial dasar-dasar HTML antara lain dapat dibaca di situs saya, www.jonru.web.id.

Alur Kerja
Secara teknis, tugas redaksi media online cukup mudah. Ia hanya perlu mengisi sebuah formulir online. Ada isian judul, ringkasan berita atau lead, artikel penuh, dan isian-isian lainnya. Setelah mengklik tombol Submit atau Kirim, artikel tersebut sudah langsung online.

Mengenai alur kerja, sebenarnya media online tidak jauh berbeda dengan media cetak. Karena sifatnya yang harus menyajikan berita secara cepat (sebagaimana halnya media elektronik), maka media online perlu melakukan beberapa penyesuaian di dalam proses kerjanya.

Ketika ada kejadian, reporter di lapangan menelepon redaktur. Si redaktur pun menelepon balik si reporter, meminta informasi lebih lanjut, dan jika perlu dilakukan cek dan ricek. Setelah itu, redaktur menulis naskah dan meng-uploadnya melalui formulir online. Ini adalah contoh alur kerja yang standar.

Bisa juga, si reporter melakukan reportase dan menulis sendiri. Tulisan ini dikirim ke redaksi melalui email atau media-media lain. Proses selanjutnya sama seperti di atas.

Umumnya, yang berhak untuk meng-upload naskah hanyalah redaksi. Namun, ada media yang memberikan wewenang khusus kepada reporter tertentu yang telah dipercaya. Si reporter ini bisa meng-upload sendiri berita yang mereka tulis, melalui komputer warnet, laptop, atau media-media lain yang memungkinkan.

Masih ada beberapa alur kerja yang bisa diterapkan pada media online. Namun alur-alur di atas cukuplah menjadi contoh. Semoga dapat menjadi gambaran yang memuaskan.

Terpercaya atau Tidak?
Salah satu isu yang sering ditujukan pada media online adalah tingkat kebenaran informasinya. Kita tahu, di internet kita bisa menemukan berita apa saja, mulai dari yang terpercaya hingga yang sekadar gosip, rumor, hoax, bahkan fitnah. Karena itu, jika membaca sebuah berita di internet, yang pertama kali harus kita teliti adalah: dari mana sumbernya. Setelah ketemu, cari tahu siapa pemiliknya. Jika informasi tersebut berasal dari media online yang jelas sumbernya, dikelola secara profesional oleh perusahaan atau lembaga tertentu, boleh dibilang tingkat kebenarannya lebih kurang sama dengan media cetak yang kita baca sehari-hari.

Up to date atau Tidak?

Setiap tulisan di media cetak umumnya disertai data tanggal yang lengkap (detil hingga menit bahkan detik). Karena itu, kita bisa melihat apakah tulisan tersebut benar-benar up to date atau tidak. Media online yang baik adalah yang sanggup menyajikan berita-berita yang paling up to date secara cepat. Jika media tertentu kekurangan sumber daya sehingga mereka tidak mampu menyajikan berita-berita yang up to date, ini dapat disiasati dengan memperbanyak artikel nonberita yang tidak cepat “basi”.

Jakarta, 9 Januari 2005

Jonru

(Tulisan ini telah dipresentasikan sebanyak dua kali dalam pelatihan jurnalistik di Universitas Diponegoro, Semarang, tahun 2004 dan 2005. Penyelenggara: Koran Kampus Manunggal)

13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
lelakibiasa wrote on Jan 8, '06
terima kasih bang
ilmunya :)
jonru wrote on Jan 8, '06
terima kasih bang
ilmunya :)
sama-sama mas
semoga bermanfaat :)
hady82 wrote on Jan 9, '06
Untuk kedepan, kira-kira yang prospeknya bagus mana mas? yang online apa yang cetak?. Soalnya nih denger2, media cetak bakalan habis riwayatnya.
jonru wrote on Jan 9, '06
hady82 said
Untuk kedepan, kira-kira yang prospeknya bagus mana mas? yang online apa yang cetak?. Soalnya nih denger2, media cetak bakalan habis riwayatnya.
wah.. gak tau juga nih
tapi kayaknya... media online baru bisa mengalahkan media cetak HANYA JIKA lebih dari 50 persen masyarakat kita telah "melek internet". Sekarang baru berapa persen?
iwan95 wrote on Jan 10, '06
sip :)
mantap :)
berbagi ilmu yg bermanfaat
smoga berkah dunia-akhirat :)
mochusni wrote on Jan 11, '06
jonru said
Walaupun sudah online, masih bisa diedit dengan leluasa.
Betul banget Bang. Bila ada salah ketik atau (bahkan salah informasi), berita bisa segera diperbaiki. Cukup masuk ke admin dan upload dng data baru. Atau,... delete sekaligus. Hehehe... Tapi, ini tdk boleh mengendurkan ketelitian jurnalis online.
jonru wrote on Jan 11, '06
Tapi, ini tdk boleh mengendurkan ketelitian jurnalis online.
hehehehe...
tahu enggak sih??????????????

tahu enggak sih, tahun 2004 lalu saya sempat "ngotot-ngototan" dengan seorang peserta pelatihan jurnalistik (saya jadi pembicara) gara-gara masalah ini.

Mendengar uraian saya bahwa "masih bisa diedit walau sudah online", dia berkata, "wah kalo gitu berita di internet itu tidak bisa dipercaya dong. Soalnya si redaktur bisa seenaknya main edit dan main hapus."

Saya sudah jelaskan panjang lebar, tapi dia tetap saja negative thinking terhadap media online. Intinya, dia sangat apriori, menganggap media online itu hanya media main-main, dan redakturnya cenderung berbuat seenaknya.

hehehehe...
saya sempat bingung waktu itu
soalnya walau saya sudah menjelaskan sepanjang dan selebar mungkin, pikiran dia tetap tidak berubah.
kendhina wrote on May 1, '06
media cetak bakal habis riwayatnya? kita liat perkembangan internet di Indonesia masih lambat, banyak penduduk yg masih belum tercover oleh media online,, rasanya typ media pasti punya target audience yg berbeda-beda,, target audience yg ingin dijangkau oleh media cetak berbeda dgn target audience yg ingin dijangkau media online. Mungkin alasan inilah yg membuat media cetak ingin dipertahankan.
kabarindonesia wrote on Aug 27, '06
Terima kasih untuk ilmunya, seharusnya ilmu yang berjibun begini dijadikan buku untuk dijadikan buku bahan pelajaran. Saya pribadi merasa senang bisa berguru sama Jonru
salam kenal & tabik jabat tangan erat
Mang Ucup
alifahfarhana wrote on Mar 28
amakasiiiiih....

ilmunya berguna skali
mukhyar wrote on May 19
makasih ya...berguna buat bahan ajar
zulfigitu wrote on May 28
makasih,,, numpang ngopi pak... he3
theteeweeq wrote on Jul 8
Makasih mas, insyaalloh bermanfaat. Sekalian izin saya gunakan dalam thesis saya, tentunya saya cantumkan sumber nya kok ^_^
Add a Comment
   

Premium Account

Pendaftaran Sekolah-Menulis Online, Kini Bisa Setiap Hari, 24 Jam Nonstop. Langsung Belajar Setelah Mendaftar. Klik DI SINI >>


Kursus GRATIS "Pintar Menulis dalam 9 Minggu"
baruBerminat? Daftarkan diri Anda dengan cara mengisi formulir di bawah ini.
100 % GRATIS!
Nama
Panggilan:
Email:
Kota:
Negara:
Telepon:
Pekerjaan:
Powered by Sekolah-Menulis Online


Karya Jonru

Pemenang Pemilu 2009
Sekolah Online

Jonru
Konsultasi Penulisan
GRATIS bersama Jonru >>
free web stats
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help