Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryDec 30, '05 3:12 AM
for everyone
Orang Medan memiliki bahasa yang unik. Tapi jangan salah sangka, bahasa yang dimaksud di sini bukan bahasa daerah (seperti bahasa Batak). Penduduk Medan itu sangat heterogen, terdiri dari beragam suku/etnis. Jadi, ketika kita menyebut "bahasa Medan", yang dimaksud adalah "bahasa Indonesia ala Medan", bukan bahasa daerah*).

Berikut adalah beberapa di antara bahasa Medan yang khas tersebut. Banyak di antara istilah-istilah ini yang tentu sudah sangat akrab bagi kita. Tapi di Medan, pengertiannya benar-benar berbeda!


==============
ISTILAH-ISTILAH UMUM
==============

motor = mobil

kereta = sepeda motor

(agar tidak bingung, biasanya toko-toko tidak pakai istilah "service motor", tapi "service sepeda motor". Kalau ditulis "service motor", nanti dikira service mobil, hehehehe.... Toko-toko biasanya masih menggunakan bahasa yang umum dipakai di Indonesia, seperti "motor" untuk "sepeda motor". Tapi agar pengertiannya tidak campur aduk dengan "mobil" --- yang di Medan disebut sebagai "motor" --- maka mereka menggunakan istilah yang lengkap; "sepeda motor").

honda = sepeda motor (walaupun mereknya bukan Honda, tetap aja disebut honda, hihihi.....)

pajak = pasar

pasar = jalan raya (Di Medan, ada pula daerah-daerah yang disebut "Pasar 1", "Pasar 2", dan seterusnya. Pengertiannya mungkin lebih kurang sama dengan "Blok 1", Blok 2", dan seterusnya)

limpul = lima puluh (dipakai untuk menyebut uang Rp 50 atau Rp 50.000)

limrat = lima ratus (dipakai untuk menyebut uang Rp 500 atau Rp 500.000)

limper = lima perak (dipakai untuk menyebut uang Rp 5. Sekarang uang pecahan ini sudah tidak ada, jadi istilah limper pun mungkin sudah hilang).

====>> yang disingkat biasanya hanya pecahan uang dengan angka berkepala 5. Jadi kalau Rp 400 misalnya, tidak bisa disebut patrat hihihi.....

pening = pusing

pusing = keliling

deking = beking

paten = hebat

kali = banget, sangat ("hebat kali kau!" Artinya, "lu hebat banget deh!")

BK = plat kendaraan bermotor
(Plat motor di Medan memang BK. Jadi kita sering ditanya, "BK motor kau berapa?". BK ini sudah jadi generik di sana, sama seperti Aqua atau Rinso)


=================
SAPAAN AKRAB SEHARI-HARI
=================

Kak = panggilan untuk orang (perempuan) yang lebih tua atau dituakan (sama dengan Mbak di Jawa)

Bang = panggilan untuk orang (pria) yang lebih tua atau dituakan (tidak sama dengan bang becak atau abang tukang bakso, hehehee...)

Uwak = (panggilan sopan untuk orang yang sudah tua, semacam bapak/ibu, atau kakek/nenek gitu deh)

Orang medan juga jarang memanggil orang lain dengan sebutan "kamu"
"Kamu" itu dianggap sebagai bahasa yang sangat halus.
Mereka lebih suka pakai kata "kau"

Untuk menyebut dirinya sendiri, orang medan lebih suka pakai istilah "awak" (dari bahasa Melayu).

Tapi anehnya, istilah "awak" juga sering memiliki arti "kamu"

"sombong kali awak ini"
artinya: "sombong banget lu"

bingung kan?
hehehehe...


=============
DI ANGKUTAN UMUM
=============

Untuk menyuruh sopir berhenti, biasanya penumpang berkata "pinggir" (bukan "kiri").

"Kiri" justru biasa dipakai oleh kondektur untuk menyuruh pejalan kaki minggir.

"Kiri kau!"
maksudnya: "minggir lu!"


===============
ARAH DAN MATA ANGIN
===============

Untuk menyebut arah, orang Medan hampir tak pernah menggunakan istilah-istilah mata angin (utara, barat, timur, selatan, dan sebagainya).

Jadi, jangan harap orang Medan berkata, "rumahku di sebelah utara rumahnya."

mereka akan lebih suka berkata, "rumahku di sebelah kiri rumahnya."

Untuk menunjukkan lokasi tertentu di peta pun, mereka jarang menggunakan istilah-istilah mata angin tersebut.

Jadi, untuk mengatakan "Palembang terletak di selatan Medan", mereka lebih suka mengatakan, "Palembang terletak di bawah Medan."

"Medan terletak di atas Palembang"
Hehehehehe...


===========
PEMERINTAHAN
===========

Di Medan, Istilah dan konsep RT / RW sangat tidak populer.
Mereka lebih suka menggunakan istilah "kampung" atau "Lorong" sebagai bagian dari desa. Karena itu, di sana kita akan sering mendengar istilah "Kepala Kampung" atau "Kepala Lorong", disingkat "Keplor" (Tapi huruf "e" pada "keplor" dibaca sebagai e taling ---- seperti pada kata-kata pendek, belok, dst).


============
ALAT TRANSPORT
============

RBT = Ojek
RBT adalah singkatan dari Rakyat Banting Tulang :)

=========================

Oke, semoga bermanfaat yach... :)


Jonru

______________________________________
Keterangan:
Coba baca juga artikel terkait: Salah Kaprah terhadap Orang Batak.

43 CommentsChronological   Reverse   Threaded
evimeinar wrote on Dec 30, '05
meuni liuer :D
ctimel wrote on Dec 30, '05
tambah pusing aku Bang :))
jonru wrote on Dec 30, '05
memang enaknya langsung dipraktekkan :)
maknyaabel wrote on Dec 30, '05
HORAS BAH!!! Abang ini orang Batak ya?
jonru wrote on Dec 30, '05, edited on Dec 30, '05
Yoi
tapi saya gak pake HORAS BAH
(coba klik artikel "salah kaprah terhadap orang batak" pada tulisan di atas)
femmy wrote on Dec 30, '05
di bandung sini, beberapa orang menyebut "angkutan umum" sebagai "honda". mungkin dulunya angkutan umum mereknya honda ya? Omong-omong, di daerah mana orang biasa menggunakan mata angin untuk petunjuk arah? rasanya di sini jarang deh denger orang pakai mata angin, kecuali untuk bagian gedung atau jalan.
jonru wrote on Dec 30, '05
femmy said
mong-omong, di daerah mana orang biasa menggunakan mata angin untuk petunjuk arah?
Dulu, sewaktu pertama kali pindah dari sumatera (medan) ke jawa, saya sering bingung ketika teman-teman saya bertanya, "Kos kamu letaknya di sebelah utara masjid, ya?"

Saya bingung, karena saya dan penduduk di Medan hampir tak pernah menggunakan istilah2 mata angin untuk menunjukkan lokasi tertentu. Kami biasa berkata, "Rumah saya terletak di bagian kiri masjid", dan sebagainya.
ciput wrote on Dec 30, '05
Saya ga pengalaman di Sumatera, kecuali Aceh, tapi lama di Indonesia Timur. Angkot di sebagian besar daerah itu disebut TAKSI, sementara taksi argo seperti di Jkt malah tidak ada. Kalau di Ambon disebut OTO dari kata prahoto (aslinya bahasa Belanda sih).

Bahasa Indonesia a la Medan? Dialek kali Bang?
jonru wrote on Dec 30, '05
ciput said
Bahasa Indonesia a la Medan? Dialek kali Bang?
setahu saya, dialeg berhubungan dengan nada bicara (logat). Sedangkan yang saya maksud adalah istilah khas. Tapi tauk deh. Mungkin mas bambang yang ahli bahasa itu bisa menjelaskan lebih lanjut, hehehe... :)
sikrit wrote on Dec 30, '05
Waak betul bang, aku yg org batak aja ketika ke Medan sempet bengong, kok di jalanan naik kereta..hahaha..(huss)
jonru wrote on Dec 30, '05
sikrit said
aku yg org batak aja ketika ke Medan sempet bengong, kok di jalanan naik kereta..hahaha
hehehehe.. betul
teman saya (orang medan yang pindah ke jawa) punya pengalaman sebaliknya.
Ketika di Jawa, dia mendengar pembicaraan sbb:

"Naik apa dia dari jakarta ke Semarang?"
"Naik kereta."

Teman saya ini tentu saja bengong. "Berani banget, ada orang naik kereta (sepeda motor maksudnya) dari jakarta ke semarang?"
jonru wrote on Dec 30, '05
Oh ya, tadi ada tambahan dari teman di milis:

minyak lampu = minyak tanah

tepung roti = tepung terigu

selop = sandal (sandal yang seperti apapun disebut selop)
deeyand wrote on Dec 30, '05
jonru said
impul = lima puluh (dipakai untuk menyebut uang Rp 50 atau Rp 50.000)

limrat = lima ratus (dipakai untuk menyebut uang Rp 500 atau Rp 500.000)

limper = lima perak (dipakai untuk menyebut uang Rp 5.
Haha, lucu juga ya, Mas... tinggal disingkat. Limpujut= lima puluh juta. Limratjutbabang = lima ratus juta banyak banget, hehehe
surya23 wrote on Dec 30, '05
Jurnal yang hampir mirip sudah pernah aku tulis di sini. *Numpang promo ya, Bang Jonru?* :D

Trus aku mau tambahin ya.
Biasanya orang medan mengatakan sesuatu itu sudah 'selesai' dikerjakan pasti menggunakan kata 'siap'
Contoh : "Kerjaan kau sudah siap?" berarti "kerjaan kau sudah selesai?"

Kemudian, untuk menunjuk waktu kemarin/sehari yang lalu, biasanya digunakan kata "semalam", ngga peduli waktu sehari yang lalu itu siang atau sore atau malam, tetep aja disebut semalam

Hehehe, istilah oh istilah :D
mutawalli wrote on Dec 30, '05
aku yang asli medan hanya bisa tersenyum meng iyakan..
ti2n wrote on Dec 30, '05
wah... ternyata beberapa istilah dalam bahasa Medan sama banget ama istilah yang sering diucapkan ama tetanggaku yang anak Malaysia. hihihi... mungkin sama-sama Melayu kali ya... ^_^
surya23 wrote on Dec 30, '05
Nah, antara melayu malaysia dengan melayu medan pun ada perbedaan Tin. Kereta di Malaysia menunjuk pada mobil, sedangkan di medan digunakan untuk menyebut sepeda motor :D
annidalucu wrote on Dec 30, '05
lucu kali, tapi memang macam itunya bahasanya.
deyleyle wrote on Dec 30, '05
Ha..ha..ha.... Betul itu... aku dulu pernah lama tinggal di Medan, pas pindah kesini (Jkt) abis aku diketawain... gara-gara ngomong Minyak lampu pas mo beli minyak tanah diwarung, trus minta kembalian uang ..." Bang, kurang limpul.." yg jual malah ngomg : " Neng, kalo ngomong yang bener dong...kagak ngerti!" hahahahaha...maklum waktu itu lidah aku masih terlalu Medan...hehehe...
deyleyle wrote on Jan 1, '06
Aku ada tambahan Bahasa Medan...
Balen : Minta.. ( Bagi dong?! bahasanya jadi... Balen lah...?!)
Palak : Sebel, marah.
Lasak : Banyak gerak, ga bisa diam.
Kongsi : Bagi-bagi, sama rata...
Pala : Ga seberapa ( Contoh :Dia ga pala jahat kali lah sama aku...)
Rupanya : ternyata... ( Contoh :Disini kau rupanya! aku cari-cari kemana-mana)

Hehe...
jonru wrote on Jan 1, '06
Aku ada tambahan Bahasa Medan...
wah, terima kasih banyak mbak ristin
ayo teman-teman lain, kalau mau menambahkan, dipersilahkan
gratis kok
hehhehe... :)
deyleyle wrote on Jan 2, '06
hehehe...makasih kembali... trus ada lagi ni...
Recok = Berisik, gaduh, banyak suara.
Mentel = Genit, ganjen
Udah lah... kebanyakan ntar pada bosan. BTW buat Bang Jonru salam kenal yaa... Oh ya, Bang Jonru nih penulis ya? Sori ya..aku belum begitu tau, tapi boleh dong tau karya2 yang udah pernah terbit apa aja? trus... gimana caranya bisa ikutin jejak Bang Jonru ya? pengen ni.. kasih tipnya dong... terus aku punya tulisan2 fiksi yg ditulis and disimpan gitu aja... sayang rasanya kalo ga diterbitin...hehe...cuma masih bingung aja dengan aksesnya. Makasih juga buat Bang Jonru... =)
jonru wrote on Jan 2, '06
BTW buat Bang Jonru salam kenal yaa... Oh ya, Bang Jonru nih penulis ya? Sori ya..aku belum begitu tau, tapi boleh dong tau karya2 yang udah pernah terbit apa aja?
Salam kenal juga
Karya-karya saya yang udah terbit itu terbagi dua:

1. kurun waktu sebelum 2004, belum terpublikasikan dengan baik. Kebanyakan masih berbentuk arsip di laci meja :)

2. kurun setelah tahun 2004, bisa dilihat di sini :)
maknyaabel wrote on Jan 3, '06
ada tambahan bang :
sudako = angkot
kede/kedai = warung
jonru wrote on Jan 3, '06
ada tambahan bang :
sudako = angkot
kede/kedai = warung
wah terima kasih banyak
ternyata masih banyak istilah yang belum saya sebutkan ya...
maknyaabel wrote on Jan 3, '06
+an lagi ;")
payah = susah
tenggen = mabuk karena minum minuman keras
xxpesawat wrote on Jan 13, '06
tambah lagi nih wak..
pukimbek = kesal, kecewa.
sor = suka, contoh nya, sor kali aku lah ama cewe tu..
merepet = marah
alghozi wrote on Mar 28, '06
Wah lucu juga yah.... saya sendiri orang batak, lahir di Padangsidempuan s/d SMA, selesai SMA baru nerusin ke Jakarta. sekarang udah hampir 8 th di Jakarta... memang sering terjadi hal2 lucu kl lagi pulang kampung.. biasa kl pulang kampung pas lebaran doang. yang sering sih kl mo bilang motor (sepeda motor).. karena di Padangsidempuan disebutnya kereta. he.he..
ya paling cuma bisa senyum2 aja.... abis sering kecoplosan bahasa jakartanya masih kebawa..
dan memang logat medan memang kadang2 lucu juga kl dah lama ga ketemu.. :)
~alghozi~
fadli88 wrote on Sep 10, '06
hebat yuh
pardugem wrote on Nov 3, '06
ha..ha.. lucu kali... cemmanala.. memang gitu pulak bahasa awak..
seorang kawan dari betawi heran, waktu kawan saya yg lain datang saya tanya, "kok lama kali kau?"
katanya, "nyuci keretaku dulu tadi"
kawan dari betawi ngeliat kagum ke kawan saya, pikirnya, "ini pasti orang kaya yg rendah hati, punya kereta api, tapi dicuci sendiri"
:-))
rusxoxogultom wrote on May 20, '07
orang jakarte merantau ke Malasya bisa nanges 1 bulan karena gak mengerti bahasa nya, orang Medan merantau ke Malaysia merasa tidak merantau....hauahuaahuaa
damzkey wrote on May 31, '07
waaah, ternyata bukan gue doang yg pusing ama bahasa medan... ada lagi neh kosa kata yg unik:
- galon : pom bensin
- minyak makan : minyak goreng
- minyak lampu : minyak tanah
- wayar : kabel
- pajak : pasar, contoh: pajak ikan berarti pasar ikan
- pasar : jalan (aneh kan?!!)
- siap : selesai
khumaini wrote on Sep 24, '07
Ada lg nih tambahan na :
Mob : Gertak contoh na ( Payah kali dia temen aku di mob preman pajak ga di bantu )
hanikorea wrote on Oct 6, '07
hi..hi..hi..
jadi inget saudara kembarku yang baru pulang dari Riau.
dengan terengah2 dia bercerita kalo` abis liat tabrakan kereta di Metro(lampung)
satu keluarga pada bengong...mana ada kereta di metro?????
bobarthur274 wrote on Nov 4, '07
he...he...he...he...
setelah baca blog abang aq jadi teringat waktu aq pertama kali sekolah di jawa ,gara-gara aq bilang ''palak sama dia'' salah seorang murid di sekolah aq ditumbuki sama tmn-tmn dekat aq mereka kira aq di palak ( di minta dengan paksa)sama orang itu ,ternyata setelah aq jelaskan palak itu apa orang itu baru tau dan akhirnya aq yg disuruh bertanggung jawab dihadapan bapak bp ku...hehehehehehe
ternyata meruabh kebiasaan itu sulit bahkan setelah 8 tahun dijawa pun logat ku belom bisa hilang....
terima kasih yach bang .....
lonmnb wrote on Jan 10, '08
Assalaamu 'alaykum...

Saya dari Banda Aceh. Bahasanya hampir sama dengan bahasa Melayu Aceh...
strangerintheworld wrote on Feb 23, '08
eheheheh...
udah pas kali sama bahasa aku sehari - hari nih, pak..
jadi malu dikupas tuntas kek gini..
strangerintheworld wrote on Feb 23, '08
orang jakarte merantau ke Malasya bisa nanges 1 bulan karena gak mengerti bahasa nya, orang Medan merantau ke Malaysia merasa tidak merantau....hauahuaahuaa
aiks..aiks...
so damn right!
zulfahmipohan wrote on May 6, '08
ada lagi nih, pol artinya penuh
lempang trus, untuk mobil yg mundur
daydew wrote on Nov 12, '08
salam kenal bang jonru, sebagai orang jawa yang merantau ke medan, selain istilah bahasa di kota medan yang unik, seperti stambuk = tahun angkatan di kuliah, mis stambuk 2008, mengkek = manja, dan perasaan = GR, saya juga menemukan gaya bahasanya yang cenderung kasar (he he maaf ya ini kan menurut saya), misalnya : " kau pun tak ada otaknya" diucapkan mis jika melihat orang yang salah bertindak/beda pendapat, ikat mampus = (tali) ikat mati dan kedai sampah = kedai yang menjual sayur-sayuran
telagaalkautsar wrote on Jan 27, '09
ah lamaaakk

cemana pulak niii ....
ameerharahap wrote on Jun 11, '09
kereeen sampe bingung awak niy ....he..he... ayah saya orang sidempuan marga harahap...ibu jogja... parahnya ga ngerti bahasa asli keduanya... hu...hu... kalo ditanya orang mana pasti saya jawab medan...tapi kalo kebetulan yang nanya itu orang yang paham pasti dia nanya lagi, dimana letak kampung saya sampe detil..yang akhirnya saya berusaha berkelit karna emang ga tau...he...he... waduuuh berarti kalo saya mau belajar bahasa daerah bapak saya yang mana yaa?? cos saya bingung apa yang angkola,karo, mandailing,toba ,simalungun atau pak-pak... ada yang bisa bantu ga??
61492060 wrote on Mar 31
cemanalah bang dam, emang uda kek geto. ngapain pulak abg bingung, ala bisa karena biasa bang.
Add a Comment